OKX Umumkan Laporan Proof of Reserves ke-32 Senilai USD 28 Miliar, Bitcoin Cs jadi Aset Utama

Tercatat ada USD 28,4 miliar dolar dalam aset utama yang disimpan sebagai dana pengguna di OKX. Aset-aset utama tersebut di antaranya meliputi BTC (bitcoin), ETH, USDT, serta USDC.

oleh Septian DenyDiterbitkan 20 Juli 2025, 18:32 WIB
Ilustrasi peretas atau cyber hacker internet atau kripto. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta OKX, salah satu exchange kripto global mengumumkan laporan Proof of Reserves (PoR) yang ke-32. Laporan ini mencakup data jumlah aset pengguna selama bulan Juni 2025.

Tercatat ada USD 28,4 miliar dolar dalam aset utama yang disimpan sebagai dana pengguna. Aset-aset utama tersebut di antaranya meliputi BTC (bitcoin), ETH, USDT, serta USDC. Dengan nilai USD 28,4 miliar, hal ini memposisikan OKX sebagai exchange dengan jumlah aset PoR terbesar kedua.

Laporan Proof of Reserves merupakan cara untuk memverifikasi keberadaan dana pengguna. Dengan teknologi kriptografis ini, pengguna OKX dapat mengetahui bahwa aset mereka tersimpan dengan rasio 1:1 dan dapat ditarik kapan pun diperlukan.

Keberadaan aset yang sesuai juga menjaga tingkat likuiditas. Hal ini penting agar aktivitas investasi dan trading berjalan lancar. Proof of Reserves kini diintegrasikan sejumlah exchange sebagai bukti komitmen atas perlindungan serta keamanan dana pengguna.

Dalam beberapa tahun terakhir, OKX pun telah meningkatkan laporan Proof of Reserves-nya dengan mengurangi ukuran file dari 2,55GB ke 598KB. Dengan ini, tiap pengguna dapat mengecek keberadaan aset mereka dengan mudah.

Secara eksternal, laporan ini juga mendapatkan audit komprehensif dari perusahaan keamanan siber terkemuka, Hacken. Selain itu, Proof of Reserves OKX juga meraih rating kualitas tertinggi dari seorang analis blockchain ternama, Nic Carter. Informasi lebih detail bisa di akses di proof of reserves

 

Keamanan Bertingkat dengan Verifikasi Pihak Ketiga

Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Selain teknologi Proof of Reserves, OKX menerapkan beberapa hal berikut untuk memastikan keamanan platformnya:

  • Perpaduan sistem cold dan hot wallet tingkat lanjut
  • Sistem otorisasi transaksi berbasis multi-signature (diperlukan beberapa tanda tangan)
  • Penggunakan teknologi AI guna mendeteksi ancaman
  • Dana asuransi senilai miliaran dolar untuk menangani skenario darurat

Secara eksternal, OKX pun mendapatkan audit berkala dari beberapa firma keamanan mandiri. Nama-nama ini mencakup SlowMist, Hacken, dan CertiK.

 

 

OKX Protect: Lini Pertahanan Pertama bagi User

Ilustrasi harga kripto (Foto By AI)

Sebagai langkah proaktif lain dalam menjaga keamanan user. OKX memiliki laman khusus berjudul OKX Protect. OKX Protect mengedukasi para pengguna tentang sistem dan infrastruktur yang dimiliki OKX dalam melindungi aset pengguna. Dalam laman ini, pengguna juga dapat membaca sejumlah tips keamanan penting, seperti:

  • Penggunaan autentikasi dua faktor
  • Penggunaan kode anti-phishing
  • Pengaktifan allowlisting untuk withdrawal
  • Kiat mengelola wallet dan seed phrase

Di tengah kekhawatiran terkait seberapa aman exchange, tiap cex memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa platformnya tidak rentan terhadap ancaman peretasan. Hal ini menjadi lebih relevan bagi nama-nama besar seperti OKX.

 

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya