Analisis: Kekuatan, Kelemahan, dan Posisi Ideal Luka Modric di AC Milan

Sosoknya di lini tengah ibarat maestro orkestra yang sudah teruji di panggung terbesar dunia.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 18 Juli 2025, 14:42 WIB
Luka Modric bakal gunakan nomor punggung 14 di AC Milan. (AC Milan)

Liputan6.com, Jakarta AC Milan menjadikan Luka Modric sebagai rekrutan kedua mereka di musim panas ini. Tak perlu basa-basi, nama Modric langsung menyulut euforia ‘Modric Mania’ di Milan pada hari Senin, 14 Juli 2025 kemarin.

Gelandang 39 tahun Kroasia itu menjalani tes medis di Klinik La Madonnina dan uji kebugaran di Ambrosiana Centre sebelum menandatangani kontrak di Casa Milan. Ia diikat dengan durasi satu tahun dan opsi perpanjangan, menjadi bagian dari proyek baru Massimiliano Allegri.

Kedatangan Modric dari Real Madrid seakan menjadi pernyataan bahwa AC Milan tak hanya merekrut pemain, tapi menghadirkan filosofi sepak bola indah. Sosoknya di lini tengah ibarat maestro orkestra yang sudah teruji di panggung terbesar dunia.


Kekuatan: Maestro Pemegang Kendali Permainan

Gelandang Real Madrid, Luka Modric melakukan selebrasi setelah mencetak gol pertama timnya ke gawang Celtic pada pertandingan lanjutan Grup F Liga Champions di stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, Kamis (3/11/2022). Real Madrid menang telak atas Celtic dengan skor 5-1. (AP Photo/Manu Fernandez)

Modric adalah personifikasi pemain serbabisa dengan sentuhan seni dalam setiap aksi di lapangan. Ia bisa menggiring bola menembus lini tengah layaknya winger murni, lalu menyambung permainan dengan umpan vertikal tajam.

Atribut paling menonjol darinya adalah kemampuan menjaga bola dan melewati tekanan lawan. Gerakan cepat, teknik mumpuni, serta visi luar biasa menjadikannya ancaman yang sulit dihentikan di lini tengah.

Ia sudah terbiasa menghadapi tekanan, baik bersama Real Madrid maupun Kroasia. Melawan blok rendah atau saat memegang kendali permainan, Modric selalu tampil dengan ritme yang ia ciptakan sendiri.


Peran Ideal: Regista atau Mezzala?

Ekspresi Luka Modric setelah mencetak gol ke gawang Belanda pada semifinal UEFA Nations League 2022/2023, Kamis (15/6/2023) dini hari WIB. (AP Photo/Peter Dejong)

Modric terbiasa bermain di dua peran utama, yaitu regista (deep-lying playmaker) dan mezzala (box-to-box), tergantung kebutuhan taktik. Ia sangat efektif sebagai pengatur tempo dari dalam, tapi juga mampu memberi energi sebagai gelandang box-to-box.

Keunggulan utamanya adalah kesediaan menerima bola di ruang sempit dan kemampuan memulai serangan dari situ. Ia masih cepat, baik secara fisik maupun dalam pengambilan keputusan.

Milan bisa memanfaatkannya sebagai pivot permainan, terutama saat butuh kontrol ritme dan arah. Dalam sistem yang tepat, ia tetap menjadi fondasi permainan yang kokoh meski usia tak lagi muda.


Kepemimpinan dan Mentalitas Juara

Luka Modric. Gelandang Kroasia berusia 36 tahun yang kini memasuki musim ke-11 membela Real Madrid ini mampu meraih Ballon d'Or pada edisi 2018 usai Real Madrid menjuarai Liga Champions musim 2017/2018 dan membawa Kroasia menjadi runner-up Piala Dunia 2018. Namun pada penghargaan Ballon d'Or edisi 2019 dirinya sama sekali tidak masuk dalam nominasi usai Real Madrid tak meraih satu pun gelar di musim 2018/2019. (AFP/Gabriel Bouys)

Modric bukan hanya pemain hebat, tapi juga pemimpin alami. Di ruang ganti Real Madrid dan Timnas Kroasia, ia selalu menjadi sosok panutan yang disegani semua kalangan.

Lanjut Baca:

Kepemimpinannya diuji di panggung tertinggi—final Piala Dunia 2018 dan semifinal 2022—dan ia selalu hadir sebagai motor utama. Dengan pengalaman panjang dan mental tak kenal lelah, Milan akan mendapat lebih dari sekadar gelandang teknis. Bagi pemain muda Rossoneri, kehadiran Modric adalah sekolah berjalan. Ia adalah kombinasi langka antara pemain kreatif dan mentor yang tahu bagaimana cara menang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya