Andy Carroll Balik Main di Inggris, Gabung Klub Kasta Keenam Sekaligus Jadi Pemilik Saham

Mantan striker Timnas Inggris, Andy Carroll, resmi bergabung dengan klub non-liga asal Inggris, Dagenham & Redbridge. Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat Carroll sempat bersinar di Premier League dan baru saja tampil gemilang bersama Bordeaux di Prancis.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 17 Juli 2025, 21:49 WIB
Sebagai pengganti Fernando Torres, Liverpool mendatangkan Andy Carroll dari Newcastle United dengan nilai transfer sebesar 41 juta euro. Tampil tak sesuai harapan dengan hanya mencetak 11 gol dan 6 assist dari 58 laga di semua ajang, ia akhirnya dipinjamkan ke West Ham United pada pertengahan musim 2012/2013 hingga akhirnya dipermanenkan di musim berikutnya. (AFP/Adrian Dennis)

Liputan6.com, Jakarta Mantan striker Timnas Inggris, Andy Carroll, resmi bergabung dengan klub non-liga asal Inggris, Dagenham & Redbridge. Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat Carroll sempat bersinar di Premier League dan baru saja tampil gemilang bersama Bordeaux di Prancis.

Namun bagi Carroll, pilihan ini bukan sekadar soal karier sepak bola, melainkan juga soal prioritas hidup: keluarga, kebahagiaan, dan masa depan.

Carroll, yang kini berusia 36 tahun, memutuskan kembali ke tanah kelahirannya setelah kontraknya berakhir bersama Bordeaux. Ia tampil cukup impresif musim lalu, mencetak 11 gol dalam 23 pertandingan di kasta keempat Liga Prancis.


Dekat dengan Keluarga

Striker West Ham United, Andy Carroll saat menghadapi Manchester City pada laga Liga Inggris 2018/2019 di Etihad Stadium, Manchester (27/2/2019). Andy Carroll yang sejak awal musim 2022/2023 membela klub League One, Reading tercatat pernah membela West Ham United selama 7 musim sejak 2012/2013 hingga 2018/2019. Ia dipermanenkan The Hammers dari Liverpool pada 2013/2014 setelah semusim berstatus pinjaman dengan nilai transfer 17,5 juta euro atau kini setara Rp293 miliar. (AFP/Oli Scarff)

Namun setelah dua musim berpetualang di Prancis—termasuk semusim sebelumnya bersama Amiens—Carroll memilih pulang ke Inggris agar bisa lebih dekat dengan lima anaknya.

"Saya benar-benar antusias memulai dengan Dagenham. Lokasinya fantastis, dekat dengan anak-anak saya, dan mereka bisa datang langsung melihatku bermain," kata Carroll dalam wawancaranya dengan The Sun.

“Anak-anak saya mengira saya akan gabung Chelsea – mereka bakal kaget ketika tahu sebenarnya saya ke Dagenham!”


Dapat Suntikan Dana dari Qatar

Penyerang Reading, Andy Carroll tertunduk lesu setelah menerima kartu kuning kedua akibat tekel keras yang ia lepaskan terhadap gelandang Manchester United, Christian Eriksen pada laga ronde keempat Piala FA, Minggu (29/1/2023) dini hari WIB. (AFP/Oli Scarff)

Namun, keputusan Carroll bergabung ke Dagenham bukan hanya soal lokasi. Klub asal London Timur itu baru saja diambil alih oleh konsorsium investor asal Qatar.

Sabtu (12/7) lalu, Dagenham resmi diumumkan telah diakuisisi, dengan Youseph Al Sharif ditunjuk sebagai chairman interim dan mantan kapten klub Anwar Uddin MBE sebagai direktur non-eksekutif.

Tak lama berselang, Carroll diumumkan sebagai pemain baru. Menariknya, selain didatangkan sebagai striker utama, ia juga dikabarkan akan memiliki sebagian kecil saham klub.


Era Baru Carroll

Performa impresif Andy Carroll di Newcastle membuat Liverpool tertarik untuk memboyongnya pada bursa transfer Januari 2011. Pemain asal Inggris tersebut diboyong dengan harga 41 juta euro. Namun, performanya tak sebanding dengan harganya. Carroll tampil biasa-biasa saja dengan mengemas 11 gol dan 6 assist dalam 58 penampilannya di semua kompetisi. Ia pun akhirnya dipinjamkan ke West Ham United pada awal musim 2012/2013. (AFP/Andrew Yates)

Langkah ini menandai babak baru dalam karier Carroll. Ia tak hanya ingin menjadi pemain, tetapi juga ingin ambil bagian dalam struktur manajemen dan kepemilikan klub.

“Saya tak ingin sekadar main bola, saya ingin terlibat dalam sisi kepemimpinan klub juga. Setelah 19 tahun berkarier, saya tahu bagaimana klub dijalankan, dari berbagai level. Saya rasa saya bisa menambah nilai,” ujar Carroll.

Keputusannya ini bukan tanpa risiko. Carroll mengakui bahwa ia menolak sejumlah tawaran dengan bayaran lebih besar dari klub-klub top di Prancis, Italia, dan Spanyol. Tapi menurutnya, uang bukan lagi hal utama.

Lanjut Baca:

“Saya ditawari kontrak dengan uang lebih banyak, tapi saya tahu Dagenham adalah proyek yang saya ingin jalani. Saya bisa saja gabung klub besar, tapi belum tentu cocok dengan pelatihnya. Di sini, saya bisa bahagia dan berkembang.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya