Surati ILeague, PSSI Minta Peraturan Pemain Asing Dikurangi

PSSI meminta ILeague (sebelumnya PT Liga Indonesia Baru) untuk mengurangi jatah pemain asing pada BRI Super League musim 2025/2026.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 16 Juli 2025, 20:13 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), kini ILeague, Ferry Paulus. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - PSSI meminta I-League (sebelumnya PT Liga Indonesia Baru) untuk mengurangi jatah pemain asing pada BRI Super League musim 2025/2026.

Sebelumnya I-League mengumumkan peserta Super League dapat merekrut 11 pemain asing, dengan maksimal menurunkan delapan di antaranya.

"Saya hari ini sudah mengirimkan surat ke PT LIB, di mana kami PSSI sudah rapat dan mungkin pekan depan LIB akan bertemu kami. Bahwa kami melihat untuk delapan pemain dalam satu game itu terlalu banyak. Jadi kita memutuskan itu tujuh," kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Jakarta, Rabu (16/7/2025).

"Jadi tujuh ditambah pemain U-23 itu tetap dimainkan 45 menit dan sisanya tentu pemain nasional, dan saya lihat ada beberapa pemain diaspora kita ada yang kembali," lanjutnya, merujuk beberapa nama seperti Jordi Amat (Persija Jakarta), Jens Raven (Bali United), atau Rafael Struick (Dewa United).

Keputusan I-League menambah jatah pemain asing mendapat respon keras dari berbagai pihak. Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) telah meminta agar peraturan itu ditinjau kembali.

Erick menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan kompetisi sekaligus mendukung pengembangan talenta muda nasional.

"Ya itu pilihan dan kita enggak bisa bilang salah dan benar, itu pilihan," ujar Erick.


Alasan Penambahan Pemain Asing

RUPS PT LIB 2025 (Liputan6.com/Thomas)

Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Senin (7/7/2025), operator kompetisi memutuskan klub-klub maksimal bisa mengontrak 11 pemain, dan menurunkan delapan di antaranya, pada musim 2025/2026.

Perubahan ini cukup drastis dibanding edisi sebelumnya 2024/2025. Saat itu setiap klub boleh mengontrak delapan pemain asing dengan enam orang yang bisa bermain.

 

Langkah ini diambil karena untuk meningkatkan kualitas klub Indonesia di level Asia. Pasalnya, kompetisi antarklub Asia boleh memakai banyak pemain asing.

Klub-klub Super League musim depan juga wajib mengontrak lima pemain lokal U-23 kelahiran tahun 2003. Setiap pertandingan, satu pemain wajib dimainkan klub minimal selama 45 menit.

 

 


PT LIB Juga Berganti Nama

RUPS PT LIB 2025 (Liputan6.com/Thomas)

Keputusan besar lain di RUPS PT LIB tahun 2025 adalah perubahan nama kompetisi. Liga 1 musim depan akan bernama resmi Super League. Sedangkan Liga 2 berubah menjadi Championship.

Selain itu, PT LIB selaku operator liga juga akan mengalami perubahan nama menjadi I-League.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya