Usai Operasi Katarak, Apakah Mungkin Alami Hal yang Sama Kedua Kali?

After cataract dikenal sebagai opasifikasi kapsul posterior (PCO) atau dalam bahasa awam sering disebut katarak sekunder.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 15 Juli 2025, 15:00 WIB
Mengenal After Cataract, Masalah Mata yang Timbul Usai Operasi Katarak. Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Jakarta Katarak adalah masalah pada mata berupa kekeruhan lensa yang bisa berujung pada disabilitas netra jika tak ditangani dengan tepat.

Dokter spesialis mata dari Eka Hospital Bekasi, Idhayu Anggit Widhasari mengatakan ada istilah after cataract.

“Istilah ini kerap menimbulkan kebingungan, seolah-olah katarak bisa tumbuh kembali. Padahal, after cataract sama sekali bukanlah katarak yang tumbuh kembali,” kata Idhayu dalam keterangan pers dikutip pada Selasa (15/7/2025).

Secara medis, after cataract dikenal sebagai opasifikasi kapsul posterior (PCO) atau dalam bahasa awam sering disebut katarak sekunder.

Dalam operasi katarak pertama, kapsul lensa di bagian belakang mata sengaja dibiarkan utuh untuk menopang lensa intraokular (lensa tanam). Saat operasi katarak, lensa mata yang keruh diangkat, namun selubung tipis di bagian belakang lensa (kapsul posterior) dibiarkan. Pada beberapa kasus, sel epitel lensa yang masih tersisa setelah operasi dapat berkembang biak dan bermigrasi ke kapsul posterior, menyebabkan kekeruhan.

PCO adalah kondisi di mana kapsul lensa bagian belakang ini menjadi keruh dan menghambat penglihatan.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya PCO meliputi:

  • Usia muda: Pasien yang menjalani operasi katarak pada usia muda cenderung memiliki risiko PCO yang lebih tinggi.
  • Diabetes: Pasien diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami PCO.
  • Jenis lensa tanam (IOL): Beberapa jenis lensa tanam mungkin memiliki tingkat risiko PCO yang berbeda.

 

Apa Saja Gejala Katarak Sekunder? 

Gejala PCO mirip dengan gejala katarak awal, karena sama-sama menyebabkan gangguan penglihatan. Pasien mungkin mengalami:

  • Penglihatan buram atau berkabut, seolah-olah melihat melalui jendela kotor.
  • Silau saat melihat cahaya terang, terutama di malam hari.
  • Kesulitan melihat dalam kondisi cahaya redup.
  • Penurunan ketajaman penglihatan secara keseluruhan.

Apa Perbedaan Katarak Sekunder dan Katarak Awal?

Perbedaan mendasar antara katarak awal dan katarak sekunder terletak pada penyebabnya.

Katarak awal adalah kekeruhan pada lensa alami mata, yang disebabkan oleh penuaan, cedera, atau kondisi medis tertentu.

Sementara, after cataract (PCO) adalah kekeruhan pada kapsul lensa posterior setelah operasi pengangkatan katarak. Lensa tanam yang sudah terpasang tetap jernih, namun cahaya terhalang oleh kapsul yang keruh.

Bagaimana Cara Mengobati Katarak Sekunder?

Kabar baiknya, PCO dapat diobati dengan prosedur yang cepat, aman, dan tidak memerlukan pembedahan ulang. Perawatan standar untuk PCO adalah kapsulotomi YAG laser.

Prosedur ini menggunakan laser khusus (YAG laser) untuk membuat lubang kecil di bagian tengah kapsul posterior yang keruh. Ini memungkinkan cahaya untuk kembali masuk dengan bebas ke retina, mengembalikan kejernihan penglihatan.

Keunggulan kapsulotomi YAG laser adalah minim atau tidak adanya nyeri yang ditimbulkan. Prosedur ini umumnya dilakukan di klinik mata, tanpa sayatan, dan biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Pasien dapat langsung merasakan perbaikan penglihatan setelah prosedur.

Meski terbilang cukup aman, prosedur ini berisiko menyebabkan uveitis (peradangan pada uvea/lapisan tengah mata) yang meliputi iris, badan siliaris, dan koroid.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya