Permintaan Real Madrid Ditolak La Liga, Tidak Ada Penundaan Musim Baru!

La Liga menolak permintaan Real Madrid untuk menunda laga pembuka musim 2025/2026 melawan Osasuna meski baru saja tampil di Club World Cup.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 13 Juli 2025, 03:03 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, berbicara dengan para pemainnya dalam pertandingan Grup H Piala Dunia Antarklub antara Real Madrid dan Al Hilal di Miami Gardens, Florida, Rabu, 18 Juni 2025. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Liputan6.com, Jakarta Permintaan Real Madrid untuk menunda pertandingan pertama mereka di La Liga musim 2025/2026 resmi ditolak. Presiden La Liga, Javier Tebas, menegaskan keputusan tersebut mengikuti keputusan dari Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

Real Madrid sebelumnya berharap bisa mendapat penundaan jadwal setelah tampil hingga semifinal Piala Dunia Antarklub. Namun, mereka tetap dijadwalkan bertemu Osasuna pada 19 Agustus mendatang.

Penolakan ini memicu reaksi dari internal klub, termasuk kiper utama Thibaut Courtois, yang menyoroti soal kesehatan pemain dan sikap presiden liga terhadap kompetisi FIFA.


Permintaan Penundaan Real Madrid Ditolak

Marcos Leonardo (Al-Hilal) dan Aurelien Tchouameni (Real Madrid) melompat merebut bola dalam laga Club World Cup Grup H (AP Photo/Lynne Sladky)

Real Madrid mengajukan permohonan resmi kepada La Liga untuk menunda laga pembuka melawan Osasuna. Permintaan ini diajukan karena Madrid baru saja menyelesaikan partisipasinya di Piala Dunia Antarklub.

Madrid tersingkir di semifinal turnamen itu setelah kalah 0-4 dari Paris Saint-Germain, dengan laga La Liga dijadwalkan 40 hari kemudian. Berdasarkan kesepakatan dengan asosiasi pemain (AFE), para pemain berhak atas tiga pekan libur penuh setiap tahunnya.

Presiden La Liga Javier Tebas menyatakan bahwa RFEF telah memutuskan untuk tidak mengubah jadwal, dan La Liga mendukung keputusan tersebut. Ia menyebut perbedaan satu hari tidak cukup signifikan untuk ubah kalender liga.


Reaksi Courtois dan Sorotan pada Tebas

Kylian Mbappe dan Xabi Alonso saat Real Madrid takluk 0-4 dari PSG pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025. (JUAN MABROMATA / AFP)

Thibaut Courtois menyampaikan ketidaksenangannya terhadap keputusan tersebut dan mengkhawatirkan kesehatan para pemain. Ia menyebut pertandingan melawan Osasuna seharusnya ditunda demi keselamatan rekan-rekannya.

Courtois juga mengecam pernyataan Tebas yang mengkritik keberadaan Club World Cup. Ia menyebut komentar tersebut tidak profesional dan tidak terjadi di liga besar lain seperti Serie A, Premier League, NBA, atau NFL.

Menurut Courtois, keberadaan Club World Cup sudah menjadi bagian dari kalender resmi FIFA. Ia menyayangkan sikap presiden liga yang justru menjadi sorotan negatif ketimbang mendukung para pemain.


Kesepakatan Awal yang Tak Ditepati

Pada laga kali ini, PSG tampil mendominasi dengan menaklukkan Real Madrid empat gol tanpa balas. (AP Photo/Seth Wenig)

Pada Mei lalu, Madrid dan Atletico Madrid sempat mencapai kesepakatan dengan La Liga, RFEF, dan AFE untuk menunda laga pertama mereka. Kesepakatan ini dibuat jika mereka berhasil lolos hingga perempat final Club World Cup.

Menurut sumber AFE, kesepakatan tersebut bertujuan melindungi kesehatan pemain dan menjamin adanya tiga pekan pramusim sebelum kompetisi domestik dimulai. Namun, hingga kini, Real Madrid belum mengumumkan jadwal pramusim mereka.

Pada musim 2024/2025, Madrid memainkan total 68 pertandingan di semua kompetisi. Padatnya jadwal itu membuat masa istirahat dan persiapan pramusim menjadi isu penting bagi klub dan pemain.


Liga-Liga Lain Juga Hadapi Jadwal Ketat

Keputusan serupa juga terjadi di Premier League terhadap Manchester City dan Chelsea. Keduanya tidak diizinkan menunda laga pembuka musim 2025-26 meski ikut tampil di Club World Cup.

Manchester City tersingkir dari turnamen pada 1 Juli oleh Al Hilal, sedangkan Chelsea akan menghadapi PSG di partai final. Kedua klub tetap dijadwalkan bertanding di Premier League pada 16 dan 17 Agustus.

Premier League menyebut kondisi ini sebagai konsekuensi dari perubahan kalender sepak bola oleh FIFA. Hal serupa dikhawatirkan akan terus menjadi tantangan bagi liga-liga domestik di seluruh dunia.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya