Perkuat Hijau Daun, Reezal Noerdza Kini Mantap Jadi Penyanyi Lewat Single Ketiga Terbunuh Rindu

Reezal Noerdza bukan nama baru di industri musik Indonesia. Additional guitar player Hijau Daun ini lebarkan sayap sebagai solis lewat lagu “Terbunuh Rindu.”

oleh Wayan DianantoDiperbarui 11 Juli 2025, 21:15 WIB
Reezal Noerdza bukan nama baru di industri musik Indonesia. Additional guitar player Hijau Daun ini lebarkan sayap sebagai solis lewat lagu “Terbunuh Rindu.” (Foto: Koleksi Pribadi Reezal Noerdza)

Liputan6.com, Jakarta Reezal Noerdza bukan nama baru di belantika musik Indonesia. Ia dikenal sebagai additional guitar player atau gitaris Hijau Daun. Dari pemain gitar, ia melebarkan sayap karier sebagai penyanyi.

Pertengahan tahun ini, ia melepas lagu baru “Terbunuh Rindu.” Musik dan liriknya digarap sendiri oleh Reezal Noerdza dengan genre pop rockmantik, pelesetan dari pop rok dengan lirik romantis.

Saat merekam lagu “Terbunuh Rindu,” Reezal Noerdza dibantu Yobo Kembang Tulip dalam menyusun aransemen agar hasil akhirnya ear-catching sekaligus easy listening tanpa abai terhadap nuansa rindu sebagai topik utama.

“Saya menggaet Amanda Lucson sebagai model video klip yang mana beritanya sempat viral tentang hubungannya dengan salah satu finalis ajang pencarian bakat,” kata Reezal Noerdza.


Harapan Yang Runtuh

Reezal Noerdza. (Foto: Koleksi Pribadi Reezal Noerdza)

“Harapan yang runtuh, kekecewaan yang menusuk bertubi-tubi dengan apik Amanda Lucson mainkan dalam video klip, seolah related seperti kisahnya yang telah lalu,” ia menyambung.

Reezal Noerdza menjelaskan, “Terbunuh Rindu” adalah single ketiganya sebagai penyanyi solo. Sebelumnya, ia meluncurkan single “Dewasa” dan “Karena Aku Lelaki” yang disambut hangat pencinta musik.

 


Related ke Banyak Orang

Reezal Noerdza. (Foto: Koleksi Pribadi Reezal Noerdza)

Klip “Terbunuh Rindu” telah mengudara di kanal YouTube Reezal Noerdza sejak 11 Juni 2025. Disutradarai Cungphots, lagu dan video klipnya diapresiasi positif netizen Tanah Air.

“Aku rasa lagu ini related ke banyak orang di luar sana tentang realita, cinta dan logika. Semoga ‘Terbunuh Rindu’ menambah warna dan pilihan musik bagi pendengar juga pencinta musik di Indonesi,” Reezal Noerdza mengakhiri.

 


Bicaralah Padaku Empat Mata

Bicaralah padaku empat mata

Tanpa terbata-bata apa adanya

Jika kau melihat bola mata yang berkaca

Wajar saja karna ku kecewa

 

Terluka karna cinta itu biasa

Tapi kehilangan dirimu aku tak bisa

Bertaruh pada waktu sampai ku lupa

Hingga aku terbunuh rindu

 

Bahagia itu awal yang ku kira

Kala semua tak lagi masuk logika

Cinta fakta tak seperti realita

Tersadarkan dustamu itu nyata

 

Terluka karna cinta itu biasa

Tapi kehilangan dirimu aku tak bisa

Bertaruh pada waktu sampai ku lupa

Hingga aku terbunuh rindu

 

Terluka karna cinta itu biasa

 

Terluka karna cinta itu biasa

Tapi kehilangan dirimu aku tak bisa

Bertaruh pada waktu sampai aku lupa

Hingga aku terbunuh rindu

 

Sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama

 

Tapi kehilangan dirimu belum terbiasa

Bertaruh pada waktu sampai aku lupa

Hingga aku terbunuh rindu

Hingga aku terbunuh rindu

 

 

 

Infografis: 14 Layanan Publik Komersial Yang Wajib Bayar Royalti Lagu (Liputan6.com / Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya