Liputan6.com, Jakarta Barcelona kembali menghadapi hambatan dalam upaya merekrut penyerang baru musim panas ini. Setelah gagal mendapatkan Nico Williams dan belum ada kepastian soal Marcus Rashford maupun Luis Diaz, kini nama Ademola Lookman masuk dalam radar klub.
Lookman dianggap sebagai opsi realistis karena Atalanta bersedia melepasnya dengan harga di bawah 50 juta euro. Namun, ada kendala besar yang bisa menghentikan negosiasi: Agensi yang menaungi Lookman juga mewakili Marc-Andre ter Stegen.
Advertisement
Hubungan antara Barcelona dan Ter Stegen tengah berada di titik nadir. Ketegangan ini menciptakan potensi risiko yang tak diinginkan dalam upaya transfer Lookman ke Camp Nou.
Masalah Ter Stegen dan Imbasnya ke Bursa Transfer
Konflik antara Ter Stegen dan Barcelona mulai mencuat sejak kedatangan Joan Garcia. Penjaga gawang muda itu diprediksi menjadi pilihan utama Hansi Flick musim ini, menggusur posisi Ter Stegen yang sudah lebih dari satu dekade membela klub.
Tak hanya itu, posisi kiper asal Jerman bahkan dikabarkan berada di urutan ketiga. Wojciech Szczesny, yang baru menandatangani kontrak hingga 2027, juga disebut lebih diandalkan ketimbang Ter Stegen.
Situasi ini memicu kemarahan Ter Stegen yang merasa didepak secara perlahan. Meski sempat ada rumor ketertarikan dari Monaco, kiper berusia 33 tahun itu memilih bertahan dan menolak pindah.
Opsi Bertahan atau Hengkang dengan Syarat Berat
Ter Stegen masih terikat kontrak hingga 2028, namun dilaporkan hanya akan meninggalkan klub jika seluruh sisa kontraknya dibayarkan penuh. Ini menjadi dilema besar bagi Barcelona, yang sedang mengalami tekanan finansial selama empat musim terakhir.
Di sisi lain, klub tampaknya tidak mampu memenuhi permintaan tersebut. Karena itu, kemungkinan besar Ter Stegen akan tetap bertahan dan berjuang merebut tempatnya kembali di tim utama.
Ketegangan internal ini bukan hanya merugikan Barcelona dari sisi teknis, tetapi juga bisa merusak strategi mereka di bursa transfer, termasuk dalam upaya merekrut Ademola Lookman.