Mengenal Kota Takai, Bek Muda Anyar Tottenham yang Disebut Mirip Dean Huijsen

Tottenham Hotspur berhasil mengamankan tanda tangan bek muda Jepang, Kota Takai. Pemain berusia 20 tahun itu direkrut dari Kawasaki Frontale.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 10 Juli 2025, 14:22 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra (tengah), berupaya melewati adangan pemain Jepang, Kota Takai, pada laga pemungkas Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Panasonic Stadium Suita, Osaka, Selasa (10/6/2025) sore WIB. (Shohei Miyano/Kyodo News via AP)

Liputan6.com, Jakarta Tottenham Hotspur berhasil mengamankan tanda tangan bek muda Jepang, Kota Takai. Pemain berusia 20 tahun itu direkrut dari Kawasaki Frontale.

Langkah ini menjadi rekrutan pertama Spurs dari J.League sejak era Kazuyuki Toda. Menariknya, proses negosiasi disebut-sebut sudah dimulai sejak Ange Postecoglou masih melatih.

Kini, Takai datang ke London Utara di bawah arahan pelatih baru, Thomas Frank. Kehadirannya diharapkan bisa memperkuat sektor belakang Spurs yang sempat keropos musim lalu.

Lantas, seperti apa profil dan kualitas Kota Takai? Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini.


Latar Belakang dan Jalur Menuju Eropa

Gelandang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan (kanan) mencoba menghindari adangan pemain belakang Jepang, Kota Takai saat pertandingan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia grup C antara Jepang dan Indonesia di Osaka pada 10 Juni 2025. (PAUL MILLER/AFP)

Kota Takai lahir dan berkembang bersama akademi Kawasaki Frontale. Ia menyusul jejak para lulusan klub itu yang sukses di Eropa, seperti Kaoru Mitoma dan Ko Itakura.

Takai menjadi pemain kunci Kawasaki hingga membantu klub menembus final Liga Champions Asia 2025. Ia tampil penuh saat mengalahkan Al Nassr milik Cristiano Ronaldo di semifinal.

Total, Takai bermain dalam 22 dari 23 pertandingan J1 League musim 2025. Ia juga menyumbang dua gol dan mencatat 92 perebutan bola, hanya kalah dari Yuki Yamamoto di timnya.

Transfernya ke Spurs senilai 5 juta pounds menjadi rekor penjualan J.League ke luar negeri. Harga itu tergolong murah karena kontraknya akan habis enam bulan lagi.


Kekuatan Fisik dan Duel Udara

Meski belum jadi pilihan utama, Kota Takai selalu dipanggil pelatih Hajime Moriyasu ke Timnas Jepang dalam beberapa laga terakhir jika tak mengalami cedera. (AFP/Christophe Archambault)

Meski masih muda, Takai sudah menunjukkan kematangan fisik di level senior. Tinggi badannya 191 cm membuatnya unggul dalam duel udara.

Persentase duel udara suksesnya mencapai 63,6% musim ini, lebih tinggi dari rata-rata bek J1 League yang hanya 59,0%. Dalam semua duel, ia mencatat keberhasilan 59,3%.

Takai juga efektif dalam duel satu lawan satu. Ia berhasil menghentikan 65% upaya dribel lawan, tertinggi keenam di kompetisi.

Kualitas ini membuatnya disukai pelatih seperti Thomas Frank, yang mengandalkan bek-bek kuat di udara. Takai pun kerap jadi target utama dalam situasi bola mati.


Distribusi Bola dan Pergerakan Progresif

Musim lalu, Takai tampil 14 kali di J1 League. Musim ini, ia tampil 21 kali hingga pekan ke-35 dengan catatan statistik yang menawan. (AFP/Yuichi Yamazaki)

Takai tidak hanya kuat dalam bertahan, tapi juga nyaman menguasai bola. Ia menjadi pemain dengan umpan terbanyak di Kawasaki musim ini, yakni 1.268 kali.

Lanjut Baca:

Akurasi umpannya mencapai 88,7%. Meski sebagian besar dalam tekanan minim, angka ini tetap mencerminkan ketenangan dan keakuratan. Ia juga aktif membawa bola ke depan. Rata-rata ia mencatat 6 progresi membawa bola sejauh lima meter atau lebih per 90 menit. Dari progresi tersebut, Takai menempuh jarak rata-rata 48,5 meter per laga. Ini menunjukkan keberaniannya membangun serangan dari belakang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya