Liputan6.com, Jakarta Real Madrid harus menelan pil pahit setelah dikalahkan Paris Saint-Germain dengan skor mencolok 4-0 di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025. Laga yang digelar di New Jersey itu memperlihatkan betapa jauhnya jarak kualitas antara kedua tim.
Kekalahan ini menutup perjalanan Real Madrid di musim 2024/25. Di bawah asuhan Xabi Alonso yang baru ditunjuk sebagai pelatih utama, tim tampak belum mampu menyamai intensitas dan efektivitas PSG.
Advertisement
Menurut Alonso, ini bukan sekadar kekalahan, melainkan pelajaran yang penting untuk membangun tim ke depan. Ia menegaskan, “Kami tahu di mana posisi kami sekarang dan ke mana kami ingin melangkah.”
PSG Terlalu Tangguh, Madrid Tak Berkutik
Real Madrid sebenarnya melaju meyakinkan menuju semifinal, namun semua itu runtuh di hadapan kekuatan penuh PSG. Dua gol cepat akibat kesalahan di lini belakang langsung memukul mental Los Blancos di awal laga.
Luis Enrique membawa timnya tampil dominan dan konsisten sejak menit awal. Sebaliknya, Alonso menyebut timnya masih dalam fase membangun dan belum siap untuk duel di level tertinggi.
“PSG adalah tim yang sudah jadi. Kami baru memulai perjalanan. Hari ini menyakitkan, tapi kami tahu banyak hal yang harus diperbaiki,” ujar Alonso setelah laga.
Statistik Buktikan Dominasi Mutlak PSG
Skor 4-0 hanyalah satu sisi dari cerita pertandingan. Dari statistik, PSG unggul jauh dalam hampir semua aspek permainan dibandingkan Real Madrid. Dalam penguasaan bola, PSG mencatat 68%, sementara Madrid hanya 32%.
Jumlah tembakan PSG mencapai 17, dengan tujuh di antaranya tepat sasaran dan menghasilkan empat gol. Madrid hanya mampu melepas dua tembakan tepat sasaran yang tidak membahayakan Donnarumma.
Yang paling mencolok adalah distribusi bola: PSG sukses mengalirkan 631 umpan dari total 681 percobaan. Sebaliknya, Madrid hanya mencatat 255 umpan sukses, mencerminkan betapa beratnya tekanan yang mereka hadapi.