Liputan6.com, Jakarta - Ketika Adam mengetahui rahasia besar tentang bayi Amira yang ternyata kembar, ia bersama Amira berusaha mencari kebenaran. Pertemuan dengan dokter Winarsih dan bidan yang membantu persalinan Amira mengungkap fakta mengejutkan. Sementara itu, Aksa, Lana, dan Zaki terus menggali misteri di balik drama ini, hingga keputusan untuk melakukan tes DNA menjadi penentu segalanya. Di tengah semua kekacauan, Galang menghadapi karma dalam penjara, dan Dirga berjuang melawan penyakit serius.
Artikel: Dalam episode ke-178 dari Ketika Cinta Memanggilmu yang tayang pada 9 Juli 2025, Lian akhirnya membuka rahasia besar kepada Adam: bayi Amira sebenarnya lahir kembar, dan semua ini berkaitan dengan dokter Winarsih. Terkejut dan penasaran, Adam segera mencari informasi tentang dokter tersebut. Saat mengetahui bahwa dokter Winarsih sedang praktek, Adam langsung menuju klinik. Namun, di sana ia bertemu dengan Amira yang sedang putus asa mencari Reno dan Hilda.
Advertisement
Di tengah kebingungan Amira, Adam membeberkan semua informasi yang diketahuinya. Mereka kemudian menemui dokter Winarsih bersama-sama. Dari dokter tersebut, terungkap fakta mengejutkan: hasil USG Amira dulu memang menunjukkan bahwa bayinya kembar. Amira terdiam, wajahnya pucat, hatinya hancur—apakah mungkin salah satu bayinya sengaja disembunyikan?
Sementara itu, Aksa, Lana, dan Zaki juga menemukan petunjuk penting: ternyata Endah tidak pernah menukar sampel DNA. Aksa semakin bingung, siapa sebenarnya dalang di balik semua ini? Atas desakan Lana, mereka mendatangi bidan yang membantu persalinan Amira. Lana yakin, bidan tersebut menyimpan kunci rahasia tentang bayi Amira.
Ketika Adam dan Amira juga mendatangi rumah bidan untuk mencari jawaban, mereka tanpa sengaja bertemu dengan Aksa, Zaki, dan Lana. Ketegangan pun memuncak. Di tengah perdebatan, terungkap bahwa Suster Endah telah meninggal dunia. Untuk mengungkap kebenaran, Aksa mengajak Damar melakukan tes DNA terhadap Sasa. Semua sepakat bahwa hasil tes ini akan menjadi penentu segalanya.
Di tempat lain, karma menimpa Galang yang dihajar habis-habisan di dalam sel penjaranya. Namun, kejutan lain datang ketika Dirga tiba-tiba jatuh sakit parah. Dokter mendiagnosisnya menderita anemia aplastik berat. Dirga membutuhkan transfusi darah segera dan, untuk penyembuhan jangka panjang, ia harus menjalani transplantasi sumsum tulang belakang.