Dari Asnawi Mangkualam hingga Andhika Wijaya: Kisah Ayah dan Anak di Sepak Bola Indonesia

Sepak bola kerap disebut sebagai warisan, bukan sekadar olahraga. Bagi sebagian keluarga, sepak bola adalah jalan hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi

oleh Asad ArifinDiterbitkan 09 Juli 2025, 14:43 WIB
Pemain Port FC, Asnawi Mangkualam, memberikan keterangan dalam konferensi pers terkait Piala Presiden 2025 di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (4/7/2025). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta Sepak bola kerap disebut sebagai warisan, bukan sekadar olahraga. Bagi sebagian keluarga, sepak bola adalah jalan hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di Eropa, kita mengenal nama besar seperti keluarga Maldini.

Dari Cesare, Paolo, hingga Daniel, mereka menyematkan nama keluarga di sejarah panjang AC Milan dan Timnas Italia. Cesare dan Paolo adalah legenda bagi Milan, sedangkan Daniel harus berjuang dengan cara berbeda.

Cerita serupa ternyata juga hidup di Indonesia. Beberapa pemain tanah air tumbuh di bawah bimbingan ayah mereka yang juga mantan pesepak bola.

Menariknya, kisah mereka tak hanya soal darah dan nama belakang, tetapi juga tentang kerja keras, dedikasi, bahkan persinggungan emosional di atas lapangan hijau. Berikut deretan pasangan ayah dan anak yang mewarnai sepak bola Indonesia:


Maman Abdurrahman - Rafa Abdurrahman

Bek Persija Jakarta, Maman Abdurrahman bermain bareng anaknya, Rafa Abdurahman, di BRI Liga 1 2023/2024. (Bola.com/Abdul Aziz).

Persija Jakarta mencatat sejarah pada musim 2024/2025. Di pekan ke-34 Liga 1, Rafa Abdurrahman menjalani debut bersama tim senior saat melawan PSIS Semarang. Yang istimewa, dia bermain satu lapangan dengan sang ayah, Maman Abdurrahman.

Maman bukan nama sembarangan. Ia adalah Pemain Terbaik Liga Indonesia 2006, punya 30 caps bersama Timnas Indonesia, dan mengantarkan Persija juara pada musim 2017/2018. Kini, generasi berikutnya mulai menapaki jalur yang sama, mungkin lebih panjang, mungkin lebih berat.


Bahar Muharram - Asnawi Mangkualam

Bek Port FC, Asnawi Mangkualam (kanan) dan winger Persib Bandung, Beckham Putra. (Bola.com/Erwin Snaz)

Asnawi Mangkualam tumbuh di bawah bayang-bayang sang ayah, Bahar Muharram, yang melegenda bersama PSM Makassar. Namun, Bahar tak membuka jalan dengan karpet merah. Justru, Asnawi harus membuktikan kemampuannya lewat seleksi ketat oleh pelatih Robert Alberts pada 2017.

Kini, Asnawi menjadi simbol baru sepak bola modern Indonesia. Ia sukses di klub luar negeri, tampil reguler di Timnas, dan menjadi panutan. Bahar memberi bekal bukan hanya teknik, tapi karakter kuat—yang membentuk Asnawi hari ini.


Bejo Sugiantoro - Rachmat Irianto

Asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro, dan sang putra yang juga bek Persebaya dan Timnas Indonesia U-22, Rachmat Irianto. (Bola.com/Aditya Wany)

Cerita Rachmat Irianto dan mendiang Bejo Sugiantoro begitu emosional. Bejo pernah menggendong Rian, sapaan Rachmat Irianto, ketika membawa Persebaya juara Liga Indonesia 2004. Dua dekade berselang, giliran Rian yang mengangkat trofi bersama Persib Bandung pada 2024, di bawah pelukan sang ayah.

Lanjut Baca:

Bejo meninggal dunia pada 2025. Namun, sebelum kepergiannya, ia sempat berpesan agar Rian kembali ke Persebaya dan mempersembahkan gelar untuk klub masa kecilnya. Wasiat yang akan terus membakar semangat sang anak.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya