Layanan Kesehatan Lumpuh, Kehidupan Anak-anak di Gaza Kian Mengkhawatirkan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 07 Juli 2025, 16:50 WIB
Layanan Kesehatan Lumpuh, Kehidupan Anak-anak di Gaza Kian Mengkhawatirkan
Juru bicara UNICEF di Palestina, Kazim Abu Khalaf mengatakan bahwa runtuhnya sistem perawatan kesehatan menimbulkan ancaman serius bagi kehidupan anak-anak di Jalur Gaza. Dalam pernyataannya, pada 4 Juni 2025, Kazim Abu Khalaf mengatakan bahwa anak-anak di Gaza menghadapi tantangan besar di tengah perang yang terus berlangsung. Ia juga menekankan tidak ada tempat lain di dunia yang mencatat jumlah korban anak yang begitu tinggi setiap harinya. Dalam catatannya, sejak 7 Oktober 2023, rata-rata 27 anak telah meninggal setiap harinya. Jika korban cedera disertakan maka jumlah tersebut meningkat menjadi 83 anak dalam kurun waktu 20 bulan. Kazim Abu Khalaf juga menegaskan bahwa anak-anak termasuk yang paling terdampak oleh kelaparan yang melanda Jalur Gaza, dengan puluhan ribu anak tercatat membutuhkan perawatan karena kekurangan gizi akut yang parah. Statistik awal menunjukkan lebih dari 40.000 anak telah menjadi yatim piatu dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah. Anak-anak di Gaza akan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa pulih, tidak hanya dari cedera fisik tetapi juga dari trauma psikologis dan emosional.
Anak-anak berdiri di samping tenda-tenda di kamp yang menampung para pengungsi Palestina di kamp Al-Bureij, Jalur Gaza tengah pada 7 Juli 2025. (Eyad BABA/AFP)
Juru bicara UNICEF di Palestina, Kazim Abu Khalaf mengatakan bahwa runtuhnya sistem perawatan kesehatan menimbulkan ancaman serius bagi kehidupan anak-anak di Jalur Gaza. (Eyad BABA/AFP)
Dalam pernyataannya, pada 4 Juni 2025, Kazim Abu Khalaf mengatakan bahwa anak-anak di Gaza menghadapi tantangan besar di tengah perang yang terus berlangsung. (Eyad BABA/AFP)
Ia juga menekankan tidak ada tempat lain di dunia yang mencatat jumlah korban anak yang begitu tinggi setiap harinya. (Eyad BABA/AFP)
Dalam catatannya, sejak 7 Oktober 2023, rata-rata 27 anak telah meninggal setiap harinya. Jika korban cedera disertakan maka jumlah tersebut meningkat menjadi 83 anak dalam kurun waktu 20 bulan. (Eyad BABA/AFP)
Kazim Abu Khalaf juga menegaskan bahwa anak-anak termasuk yang paling terdampak oleh kelaparan yang melanda Jalur Gaza, dengan puluhan ribu anak tercatat membutuhkan perawatan karena kekurangan gizi akut yang parah. (Eyad BABA/AFP)
Statistik awal menunjukkan lebih dari 40.000 anak telah menjadi yatim piatu dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah. Anak-anak di Gaza akan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa pulih, tidak hanya dari cedera fisik tetapi juga dari trauma psikologis dan emosional. (Eyad BABA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya