Real Madrid Kehilangan Kontrol Tanpa Toni Kroos, Ini Kata Sang Legenda

Toni Kroos menilai Real Madrid masih belum menemukan pengganti dirinya di lini tengah. Menurutnya, pemain dengan karakter seperti dia sangat langka dan sulit didapatkan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 07 Juli 2025, 11:28 WIB
Para pemain Real Madrid mengheningkan cipta selama satu menit untuk memberi penghormatan kepada penyerang Liverpool asal Portugal, Diogo Jota, dan saudaranya Andre Silva, yang meninggal dunia setelah kecelakaan mobil, menjelang pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Real Madrid dari Spanyol dan Borussia Dortmund dari Jerman di stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, Minggu dini hari WIB (6-7-2025). (JUAN MABROMATA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid mungkin punya skuad bertabur bintang, tetapi kehilangan satu pemain bisa mengubah segalanya. Toni Kroos, gelandang jenius yang pensiun usai menjuarai Liga Champions musim lalu, menilai mantan timnya belum mampu mengisi kekosongan yang ia tinggalkan.

Meski tak lagi bermain, Kroos tetap memberikan pandangannya terhadap performa Los Blancos. Ia menyoroti kurangnya kontrol permainan yang menurutnya menjadi kelemahan utama Madrid di musim perdana tanpa dirinya.

Kritik tersebut datang seiring musim yang mengecewakan bagi Madrid: Finis sebagai runner-up La Liga dan tersingkir telak 5-1 oleh Arsenal di Liga Champions. Hasil itu membuat Carlo Ancelotti kehilangan jabatannya dan digantikan Xabi Alonso.


Kroos: Belum Ada Pengganti yang Sepadan

Pemain Real Madrid, Jude Bellingham (tengah), berebut bola dengan dua pemain Borussia Dortmund, Marcel Sabitzer (kiri) dan Julian Brandt dalam laga perempat final Piala Dunia Antarklub di East Rutherford, New Jersey, Minggu (6/7/2025). (AP Photo/Adam Hunger)

Berbicara kepada Mundo Deportivo, Toni Kroos menyebut bahwa Real Madrid masih belum menemukan gelandang dengan karakter sepertinya.

“Mereka masih mencari profil pemain seperti saya. Tidak banyak pemain seperti itu, dan mereka sulit didapatkan,” ujarnya.

Kroos menyadari bahwa mengisi perannya bukan tugas mudah, apalagi dalam tim yang terbiasa menguasai pertandingan melalui lini tengah. Menurutnya, kontrol permainan belum sepenuhnya pulih sejak ia pensiun.

Ia menambahkan bahwa terlalu dini untuk menilai proyek baru di bawah Xabi Alonso. “Butuh waktu untuk mengevaluasi perubahan dan implementasi ide-idenya,” ucap Kroos. Namun, ia yakin mantan rekan setimnya itu tahu bagaimana memperbaiki situasi.


Tantangan Xabi Alonso dan Krisis Pengatur Irama

Fokus menyerang, lini pertahanan Salzburg membuat kesalahan fatal pada menit ke-84 yang berhasil dimanfaatkan Gonzalo Garcia untuk mencetak gol ketiga dan memastikan kemenangan Los Blancos. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)

Sejak Kroos pensiun, Madrid mengandalkan sejumlah nama seperti Jude Bellingham, Aurelien Tchouameni, Federico Valverde, Dani Ceballos, dan Eduardo Camavinga. Namun, tak satu pun dari mereka memiliki kemampuan mendikte tempo permainan seperti Kroos.

Ancelotti sempat menyatakan bahwa sulit mencari sosok pengganti yang ideal dari nama-nama tersebut. Bahkan Arda Guler, yang digadang-gadang punya potensi serupa, dinilai masih terlalu muda untuk memikul peran krusial di lini tengah.

Real Madrid juga telah mencoba merekrut Martin Zubimendi dari Real Sociedad, tetapi gelandang itu memilih pindah ke Arsenal.

Kini, Xabi Alonso diharapkan bisa menemukan solusi, mengingat ia sendiri pernah menjadi maestro lini tengah saat memperkuat Madrid.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya