Liputan6.com, Jakarta Trent Alexander-Arnold menjalani salah satu laga paling emosional dalam kariernya saat membantu Real Madrid menyingkirkan Borussia Dortmund di perempat final Club World Cup.
Trent memang tidak bisa menghadiri pemakaman sahabatnya di Portuugal. Bek kanan Inggris itu turun ke lapangan di Piala Dunia Antarklub dan mencatatkan assist penting dalam kemenangan 3-2.
Advertisement
Alexander-Arnold dan Jota pernah bermain bersama di Liverpool selama lima tahun, memenangkan berbagai trofi bersama termasuk gelar Premier League musim lalu. Keduanya menjalin hubungan erat di dalam dan luar lapangan.
Kepergian Jota dalam kecelakaan mobil di Spanyol, yang juga merenggut nyawa sang adik Andre Silva, menyisakan duka mendalam. Namun, Alexander-Arnold tetap tampil untuk Real Madrid, dan mempersembahkan penampilannya untuk sang sahabat.
Performa di Tengah Duka Mendalam
Dalam pertandingan melawan Dortmund di Amerika Serikat, Alexander-Arnold menyumbang assist untuk gol Fran Garcia. Meski secara emosional terguncang, ia tetap berusaha menjalankan tugasnya sebagai pemain profesional.
“Saya harus tetap tampil untuk tim dan membantu mereka menang, seberat apa pun itu,” ujar Alexander-Arnold kepada DAZN. Ia mengaku berjuang keras menjaga fokus di tengah kesedihan yang begitu besar.
Menurutnya, Jota pasti menginginkan hal itu, bahwa ia tetap bermain dan menjalankan perannya di lapangan. “Saya yakin dia ada di sana bersama saya. Kami mungkin akan tertawa soal assist itu. Ia pasti akan menghargainya,” tambahnya.
Kenangan Tak Terlupakan Bersama Jota
Alexander-Arnold mengungkapkan keterkejutannya saat pertama kali mendengar kabar meninggalnya Jota. Ia menyebut mantan rekan setimnya itu sebagai sosok yang mampu “menerangi ruangan” dengan kehadirannya.
“Beberapa hal memang lebih besar dari sepak bola,” ucapnya. Ia merasa tersentuh melihat dunia sepak bola bersatu menunjukkan solidaritas dan dukungan untuk keluarga Jota dan Andre Silva.
Ia mengenang momen-momen hangat bersama keluarga Jota, termasuk sang istri, orang tua, dan ketiga anaknya. “Sungguh menyayat hati bangun pagi dan mendengar kabar seperti itu,” tuturnya.
Alexander-Arnold menyimpulkan bahwa Jota akan selalu dikenang, bukan hanya sebagai pemain hebat, tetapi juga sebagai manusia luar biasa.