Piala Presiden 2025: Ole Romeny Kelas, Marselino Ferdinan Main Aman

Meskipun bertajuk turnamen pramusim, atmosfer pertandingan tak kalah dari laga kompetitif Eropa.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 07 Juli 2025, 11:17 WIB
Oxford United mengalahkan Liga Indonesia All Stars dalam partai pertama Grup A Piala Presiden 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada Minggu (6/7/2025) malam WIB. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta Piala Presiden 2025 dibuka dengan skor mencolok di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Liga Indonesia All Star harus mengakui keunggulan Oxford United dengan skor 3-6 pada laga perdana Grup A, Minggu (6/7/2025). Meskipun bertajuk turnamen pramusim, atmosfer pertandingan tak kalah dari laga kompetitif Eropa.

Oxford United tampil trengginas sejak awal. Brace Mark Harris di menit ke-2 dan 30, lalu gol Michal Helik, Tom Bradshaw, Przemyslaw Placheta, dan Brian De Keersmaecker, menciptakan pesta gol bagi wakil Inggris tersebut. Sementara itu, gol balasan All Star datang dari Riko Simanjuntak, Rizky Dwi Febrianto, dan Eksel Runtukahu.

Di balik skor yang besar, perhatian tertuju pada dua pemain Timnas Indonesia yang berseragam Oxford United, yakni Ole Romeny dan Marselino Ferdinan. Keduanya mendapat penilaian khusus dari pelatih Liga Indonesia All Star, Rahmad Darmawan.


Ole Romeny, Variasi di Lini Serang

Striker Oxford United, Ole Romeny mengikuti sesi konferensi pers Piala Presiden 2025 di SCTV Tower, Jakarta, Jumat (4/7/2025). (Dok. Media Piala Presiden)

Berstatus starter di laga ini, Ole Romeny menunjukkan kelasnya sejak awal. Bermain di lini depan Oxford United, pemain berdarah Indonesia-Belanda itu tampil aktif sebelum akhirnya diganti di babak kedua. Penampilannya cukup mengundang decak kagum.

“Terutama Romeny tadi di babak pertama, cukup mampu melakukan banyak variasi. Dengan skill individu, dia juga melakukan penetrasi,” kata Rahmad Darmawan dalam konferensi pers usai pertandingan. Menurutnya, kemampuan Romeny dalam menjaga kerja sama tim dan kualitas individual tetap terjaga.

Bagi Rahmad, aksi Romeny memperlihatkan betapa pentingnya jam terbang di level Eropa. “Kedua pemain memang tetap mampu menjaga kualitas skill individu dan teamwork-nya,” tambah pelatih yang akrab disapa RD itu. Meski tidak mencetak gol, pergerakan Romeny sangat berkontribusi bagi dominasi Oxford di babak pertama.


Marselino Ferdinan Lebih Kalem

Pemain Oxford United, Marselino Ferdinan (dua dari kanan), saat laga kontra tim Liga Indonesia All Star pada Piala Presiden 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (6/7/2025). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Berbeda dengan Romeny, Marselino Ferdinan baru turun di babak kedua. Pemain yang biasanya mencuri perhatian di lini tengah Timnas Indonesia itu tampil lebih kalem. Menurut Rahmad Darmawan, gaya main Marselino kali ini terasa berbeda.

“Marselino turun di babak kedua, dan tidak seperti saat dia bermain dengan Timnas Indonesia. Dia main aman hari ini, banyaknya di sektor kiri saja,” ucap Rahmad. Dalam pandangannya, Marselino bermain hati-hati, tak banyak mengambil risiko di tengah lapangan.

Lanjut Baca:

Meski begitu, Rahmad tak sepenuhnya mengkritik. Ia tetap memberi apresiasi atas performa Marselino yang dinilai cukup stabil. “Tapi secara keseluruhan, Marselino tidak banyak buat kesalahan hari ini walaupun tidak seperti biasanya,” lanjutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya