Total Hadiah Piala Presiden 2025 Naik Jadi Rp11,8 Miliar, Semua Klub Pulang Bawa Bonus

Total hadiah Piala Presiden 2025 naik menjadi Rp11,8 miliar. Semua peserta, termasuk peringkat terbawah, dipastikan pulang membawa bonus.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 06 Juli 2025, 17:16 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut turnamen kali ini sebagai edisi paling berbobot dalam sejarah Piala Presiden. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Piala Presiden 2025 kembali mencuri perhatian publik dengan gebrakan baru di sektor hadiah. Turnamen pramusim ini tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga memastikan seluruh peserta pulang dengan bonus.

Kenaikan total hadiah menjadi Rp11,8 miliar menjadi bukti komitmen penyelenggara dalam mengapresiasi setiap tim yang berpartisipasi.

Atmosfer kompetisi semakin terasa sejak diumumkannya bahwa tidak ada satu pun klub yang pulang dengan tangan hampa. Langkah ini mendapat sambutan positif dari para pelatih, pemain, hingga suporter yang merasa dihargai atas kontribusi mereka dalam memeriahkan turnamen.

Peningkatan hadiah juga diiringi dengan transparansi pengelolaan dana, memperkuat kepercayaan publik terhadap ajang ini.

Selain hadiah utama untuk para juara, Piala Presiden 2025 juga memberikan penghargaan khusus bagi UMKM dan suporter terbaik. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong semangat sportivitas dan memperkuat ekosistem sepak bola nasional.


Hadiah Naik, Semua Peserta Dapat Bonus

Direktur Surya Citra Media (SCM) Harsiwi Achmad, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025 Maruarar Sirait dan Ketua Panitia Pelaksana Arya Sinulingga (duduk dari kiri ke kanan) usai memberikan keterangan terkait gelaran Piala Presiden 2025 di SCTV Tower, Jakarta, Jumat (4/7/2025). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Piala Presiden 2025 mencatat sejarah baru dengan total hadiah yang naik menjadi Rp11,8 miliar. Kenaikan ini terjadi setelah panitia memutuskan untuk memberikan bonus kepada seluruh peserta, termasuk tim yang finis di peringkat kelima dan keenam. Sebelumnya, hanya empat tim teratas yang berhak atas hadiah uang tunai.

Rincian hadiah tahun ini adalah juara pertama mendapatkan Rp5,5 miliar, runner-up Rp3 miliar, peringkat ketiga Rp2 miliar, dan peringkat keempat Rp1 miliar.

Sementara itu, tim peringkat kelima menerima Rp200 juta dan peringkat keenam memperoleh Rp100 juta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Keputusan ini diambil setelah adanya masukan dari berbagai pihak, termasuk publik dan tokoh sepak bola nasional.

Langkah ini dinilai mampu meningkatkan motivasi seluruh tim untuk tampil maksimal sepanjang turnamen. Tidak hanya itu, sistem bonus merata ini juga menjadi contoh positif dalam pengelolaan turnamen sepak bola di Indonesia.


Transparansi Dana dan Komitmen Sosial

Pemain Oxford United, Ole Romeny, memberikan keterangan dalam konferensi pers terkait Piala Presiden 2025 di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (4/7/2025).(Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Penyelenggaraan Piala Presiden 2025 menegaskan komitmen pada transparansi dan akuntabilitas.

Seluruh dana hadiah berasal dari sponsor swasta, tanpa menggunakan anggaran negara atau BUMN. Untuk memastikan pengelolaan dana yang bersih, panitia menggandeng PricewaterhouseCoopers (PwC) sebagai auditor independen.

Lanjut Baca:

Selain hadiah untuk klub, turnamen ini juga memberikan lima rumah subsidi gratis bagi UMKM dan suporter terbaik yang berasal dari kalangan berpenghasilan rendah. Inisiatif ini menjadi bagian dari program sosial yang diusung panitia, sejalan dengan upaya membangun ekosistem sepak bola yang inklusif dan berdampak luas. Dengan dukungan sponsor yang cukup tinggi, Piala Presiden 2025 tidak hanya menjadi ajang pramusim, tetapi juga simbol kemajuan industri olahraga nasional. Transparansi, penghargaan merata, dan komitmen sosial menjadi fondasi utama yang membedakan turnamen ini dari ajang serupa di Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya