Di Balik Kematian Diogo Jota: Kecelakaan Mobil Usai Dilarang Bepergian Pakai Pesawat oleh Dokter?

Insiden memilukan kematian Diogo Jota ini terjadi setelah Jota mengikuti saran dokter untuk tidak menempuh perjalanan udara dan memilih jalur darat.

oleh Asad ArifinDiperbarui 04 Juli 2025, 08:59 WIB
Pemain Liverpool, Diogo Jota merayakan gol ke gawang Everton dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (02/04/2025) waktu setempat. (AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Jakarta Diogo Jota, eks penyerang Liverpool dan Timnas Portugal, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil tragis di Spanyol. Insiden memilukan ini terjadi setelah Jota mengikuti saran dokter untuk tidak menempuh perjalanan udara dan memilih jalur darat.

Menurut laporan The Telegraph, Jota baru saja menjalani operasi kecil pada bagian paru-paru dan disarankan untuk tidak terbang kembali ke Inggris. Ia pun menempuh perjalanan panjang dari kampung halamannya di Porto menuju kota pelabuhan Santander, Spanyol, dengan niat menyeberang ke Inggris menggunakan feri.

Namun takdir berkata lain. Dalam perjalanan tersebut, Lamborghini Huracan Evo Spyder miliknya mengalami kecelakaan fatal di provinsi Zamora, Spanyol. Mobil mewah seharga £180.000 itu terbakar setelah bannya meletus saat menyalip kendaraan lain. Jota, 28 tahun, tewas di tempat bersama sang saudara, Andre Silva.


Perjalanan Panjang Gantikan Pesawat, Berujung Maut

Berbagai media Spanyol menyebutkan bahwa penyerang Liverpool Diogo Jota meninggal dunia pada Kamis (3/7/2025) siang WIB. Tampak dalam foto, para penggemar memegang tulisan saat mereka memberikan penghormatan kepada penyerang Liverpool asal Portugal, Diogo Jota, menjelang pertandingan sepak bola UEFA Women's Euro 2025 Grup B antara Spanyol dan Portugal di stadion Wankdorf di Bern, Jerman pada 3 Juli 2025. (Miguel MEDINA/AFP)

Jota dijadwalkan kembali ke Liverpool untuk menjalani latihan pramusim pada pekan depan. Namun, kondisi kesehatannya pasca operasi ringan membuat dokter menyarankan agar ia tidak melakukan perjalanan dengan pesawat.

Alih-alih terbang, Jota memutuskan menempuh jalur darat sejauh hampir 300 kilometer menuju Santander, guna menyeberang ke Inggris melalui feri Brittany Ferries dari Santander ke Plymouth.

Editor olahraga CNN Portugal, Rui Loura, mengonfirmasi bahwa larangan terbang itu berkaitan langsung dengan operasi pada bagian paru-paru yang dilakukan Jota belum lama ini. “Dia telah disarankan untuk tidak terbang setelah menjalani operasi paru-paru,” ujar Loura.

Belum jelas siapa yang mengemudikan kendaraan saat insiden terjadi. Polisi Spanyol masih melakukan investigasi, termasuk dugaan bahwa kecelakaan disebabkan oleh laju kendaraan yang terlalu tinggi.


Duka Mendalam dari Liverpool

Dua pemain Liverpool, Diogo Jota dan Luis Diaz. (Paul ELLIS / AFP)

Kabar kematian Diogo Jota langsung mengguncang Liverpool FC dan para pendukungnya. Suasana duka menyelimuti Anfield. Suporter mulai berdatangan ke stadion untuk memberikan penghormatan terakhir.

Karangan bunga, syal klub, dan pesan-pesan emosional mulai memenuhi area luar stadion. Salah satu pesan menyentuh berbunyi: "Terima kasih untuk semuanya, Diogo."

Profesor John Ashton, mantan direktur kesehatan masyarakat North-West dan tokoh penting dalam tragedi Hillsborough, menyebut kematian Jota membawa luka emosional yang dalam bagi keluarga besar The Reds.

"Ini bisa memunculkan kembali emosi kolektif yang pernah kami rasakan. Kepada keluarga Jota, ketahuilah bahwa komunitas Liverpool FC memikirkan Anda dan tidak akan membiarkan Anda berduka sendirian,” ucapnya kepada The Telegraph.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya