Romy Soekarno: Setiap Kebijakan untuk Papua, Harus Mencerminkan Rasa Keadilan

Menurut Romy Soekarno, penyusunan kebijakan anggaran dan perencanaan pembangunan untuk Papua tidak cukup hanya berdasar pada efisiensi fiskal.

oleh Tim NewsDiperbarui 02 Juli 2025, 20:52 WIB
Anggota Komisi II DPR Romy Soekarno. (Tim News).

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi II DPR Romy Soekarno menilai permasalahan di Papua sejatinya merupakan permasalahan Indonesia secara keseluruhan. Karena itu, keberhasilan pembangunan di Tanah Papua harus dipandang sebagai kunci dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ia menyebut, pendekatan pembangunan di Papua tidak lagi bisa sekadar mengandalkan perhitungan teknokratis atau teori pembangunan semata. Pembangunan Papua adalah soal rasa keadilan, kemanusiaan, dan komitmen kebangsaan. Di sinilah pentingnya kesadaran kolektif bahwa satu anak bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga martabat dan kesejahteraan anak bangsa lainnya.

“Ini bukan sekadar soal data atau angka. Ini soal panggilan jiwa sebagai bangsa. Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil, setiap rupiah yang dianggarkan untuk Papua, mencerminkan rasa keadilan dan empati yang tulus,” ujar Anggota Komisi II DPR Romy Soekarno, Rabu (2/6/2025).

Dia menuturkan, Kementerian Keuangan dan Bappenas, sebagai institusi teknokratis utama, didorong untuk memperluas cara pandangnya. Penyusunan kebijakan anggaran dan perencanaan pembangunan untuk Papua tidak cukup hanya berdasar pada efisiensi fiskal.

"Harus ada pendekatan yang lebih inklusif, humanistik, dan kontekstual, dengan mempertimbangkan realitas sosial, budaya, dan geografis masyarakat Papua," kata dia.

 

Tantangan Pembangunan Papua

Saat ini, tantangan pembangunan di Papua, terutama di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB), menuntut perhatian khusus. Anggaran yang tersedia masih belum cukup untuk menjawab kompleksitas masalah yang ada, mulai dari infrastruktur dasar, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

“Diperlukan terobosan konkret dan kebijakan afirmatif yang lebih berani. Tanpa itu, percepatan pembangunan di DOB Papua tidak akan maksimal, dan manfaatnya tidak akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” lanjut Romy Soekarno.

Ia menegaskan, Papua bukan sekadar bagian dari wilayah administratif Indonesia, melainkan bagian dari jiwa bangsa. Keberhasilan membangun Papua adalah simbol keberhasilan membangun keadilan sosial di Indonesia.

Infografis

Infografis Baku Tembak TNI Vs KKB Papua. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya