Cuaca Panas Ekstrem di Prancis, Paris Siaga Merah

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 01 Juli 2025, 19:25 WIB
Cuaca Panas Ekstrem di Prancis, Paris Siaga Merah
Otoritas Prancis menetapkan Paris dalam siaga merah untuk menghadapi cuaca panas yang ekstrem. Status ini berlaku sejak Senin 30 Juni 2025 hingga pertengahan pekan ini. Imbas suhu ekstrem, Kementerian Pendidikan Prancis mengatakan sekitar 200 sekolah akan ditutup sebagian selama tiga hari ke depan. Cuaca panas ekstrem bisa berdampak serius terhadap kesehatan, terutama pada lansia, bayi, serta pekerja luar ruang. Para ilmuwan menyebut emisi gas rumah kaca dari pembakaran fosil sebagai penyebab utama perubahan iklim.
Orang-orang menyegarkan diri di sebuah taman publik selama gelombang panas di Paris, pada 30 Juni 2025. (Ludovic MARIN/AFP)
Otoritas Prancis menetapkan Paris dalam siaga merah untuk menghadapi cuaca panas yang ekstrem. (Ludovic MARIN/AFP)
Status ini berlaku sejak Senin 30 Juni 2025 hingga pertengahan pekan ini. (Ludovic MARIN/AFP)
Imbas suhu ekstrem, Kementerian Pendidikan Prancis mengatakan sekitar 200 sekolah akan ditutup sebagian selama tiga hari ke depan. (Ludovic MARIN/AFP)
Untuk diketahui, Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa (C3S) mencatat suhu permukaan global pada bulan lalu rata-rata 1,4 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan dengan periode praindustri 1850–1900 atau ketika pembakaran bahan bakar fosil mulai meluas. (Ludovic MARIN/AFP)
Sementara, para ilmuwan menyebut emisi gas rumah kaca dari pembakaran fosil sebagai penyebab utama perubahan iklim. (Ludovic MARIN/AFP)
Cuaca panas ekstrem bisa berdampak serius terhadap kesehatan, terutama pada lansia, bayi, serta pekerja luar ruang. (Ludovic MARIN/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya