Band Manja Sorot Keragaman Budaya dan Harapan Persatuan Melalui Rilis Album Debut Sinematik Between Borders

Dalam album Between Borders, MANJA menyajikan 10 lagu yang mengangkat tema identitas, masa muda, harapan, dan rasa memiliki. Berikut selengkapnya.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 30 Juni 2025, 19:00 WIB
Manja Band. (Dok. via 12WIRED)

Liputan6.com, Jakarta Grup musik alternative pop/rock asal Bali, Manja (ditulis MANJA), akhirnya resmi meluncurkan album debut penuh mereka bertajuk Between Borders. Album ini dirilis pada 26 Juni 2025, setelah melalui perjalanan panjang selama tiga tahun yang penuh tantangan dan eksplorasi.

Album ini dibuka oleh single utama berjudul "Jungle Juice", lagu enerjik dengan sentuhan ritme Afrika dan atmosfer sinematik yang menggambarkan semangat musim panas tropis. Lewat lagu ini, MANJA mengangkat pesan tentang persatuan dan keberagaman.

"Ini tentang Bhinneka Tunggal Ika, semboyan Indonesia yang artinya 'Berbeda-beda tetapi tetap satu'. Kita semua memang berbeda, tapi kita maju bersama," ujar sang vokalis, James Sukadana.

Dalam Between Borders, MANJA—yang digawangi oleh James Sukadana (vokal, gitar), Nick Pratama (gitar), dan Mark Saputra (keyboard)—menyajikan 10 lagu yang mengangkat tema identitas, masa muda, harapan, dan rasa memiliki. Album ini memadukan pengaruh budaya yang beragam dalam bentuk musik yang kuat dan emosional.

“Judul albumnya kami ambil dari single pertama kami, ‘Rise’, yang juga kami rekam ulang dan masukkan ke dalam album ini,” jelas James. “Di lagu itu, kami mengajak orang-orang yang mungkin merasa terputus dari identitas budaya mereka untuk menemukan ruang ‘di antara perbatasan’. Kami ingin membangun jembatan antara batas-batas itu.”

 

 


Lahir dari Proses Kreatif Sejak 2020

Manja Band. (Dok. via 12WIRED)

Proyek ini lahir dari proses kreatif yang dimulai sejak 2020 dan diproduksi secara bertahap, di tengah pandemi dan dinamika kehidupan pribadi para anggota.

“Album ini adalah potret dari semua cobaan dan perjuangan yang sudah kami lalui. Rasanya seperti kami akhirnya melepas roda bantu,” ungkap Mark. “Perjalanan kami sebenarnya baru benar-benar dimulai sekarang,” tambah Nick.

MANJA menggambarkan warna musik mereka seperti hidangan khas, dari gumbo Louisiana hingga tradisi megibung di Bali. “Ini seperti Jungle Juice, campuran acak yang merangkum semua pengaruh dan pengalaman kami. Tapi benang merahnya tetap optimisme,” kata James.

Dua lagu favorit James dalam album ini adalah The Journey dan Wax & Feathers, yang disebutnya paling personal. Namun, bagi ketiganya, Still Young (Reprise) memiliki makna paling dalam. “Kami bertahan karena harapan. Lagu ini benar-benar mewakili siapa kami,” jelas James.

Lanjut Baca:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya