Liputan6.com, Jakarta - IAS Academy melakukan akselerasi transformasi Sumber Daya Manusia atau SDM dunia jasa aviasi Indonesia (Aviation Services) dengan menyelenggarakan pelatihan 'Professional Project Management with Agile Introduction' di Jakarta.
Program ini merupakan bagian dari strategi akselerasi transformasi SDM PT Integrasi Aviasi Solusi (InJourney Aviation Services/IAS) yang dikelola oleh IAS Academy.
Advertisement
"IAS Academy adalah lembaga pengembangan internal yang baru berdiri sejak 21 Januari 2025. Secara cepat dan terarah sebagai orkestrator, kolaborator, dan operator program pengembangan kompetensi," ujar Chief of IAS Academy Udi Suprianto melalui keterangan tertulis, Kamis (3/7/2025).
Dia menjelaskan, dalam waktu singkat, akademi internal ini menjadi motor penggerak transformasi bagi SDM dunia Aviation Services.
Menurut Udi, IAS telah membawahi lebih dari 40.000 karyawan di Indonesia yang tersebar di 37 bandara dan 55 stasiun kerja dari Sabang sampai Merauke.
Dia menegaskan, IAS Academy lahir untuk menjawab kebutuhan akan pusat pengembangan SDM yang mampu merespons kompleksitas operasional lintas lini bisnis di tubuh IAS Group.
"InJourney Aviation Services ingin membentuk SDM di seluruh unit bisnis layanan aviation agar memiliki standar global. Meski IAS Academy baru berdiri enam bulan, kami tetap konsisten mengejar tujuan kearah sana," kata Udi.
Kemudian, Direktur Human Capital IAS Israwadi menambahkan, kompleksitas operasional dalam 15 line of business, meliputi ground handling, kargo logistik, hospitality, operation support, dan property management, membutuhkan penguatan dan pengembangan kompetensi yang dimiliki.
"Sebagian bisnis di IAS pekerjaannya berbasis project, sehingga pengetahuan manajemen proyek bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap IAS People," terang Israwadi.
Bentuk Budaya Kerja yang Disiplin dan Adaptif
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, IAS Academy menggandeng Dcolearning - Accoladia Group, Authorized Training Partner dari Project Management Institute (PMI). Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai unit kerja strategis dalam ekosistem IAS Group.
Materi yang disampaikan mencakup kerangka PMBOK®, teknik perencanaan dan penjadwalan, manajemen risiko, pengelolaan stakeholder, hingga praktik Agile berbasis Scrum dan Kanban. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggabungkan struktur yang sistematis dengan kelincahan dalam merespons perubahan di lapangan.
Business Manager Dcolearning Frisca Panjaitan menyampaikan, pendekatan blended ini dapat menjawab kebutuhan praktis organisasi besar seperti IAS.
"Framework PMI memungkinkan perusahaan membentuk budaya kerja yang lebih disiplin dan adaptif. Dengan mengombinasikan struktur metodologis PMBOK dan fleksibilitas agile, pelatihan ini memberi kerangka kerja yang langsung bisa diterapkan di lapangan, terutama dalam konteks operasi multi-lokasi seperti di IAS," ungkap Frisca.
Di tengah tekanan industri dan dinamika teknologi, lanjut dia, penguasaan terhadap metode project management modern tidak hanya mendukung keberhasilan proyek, tetapi juga memperkuat fondasi tata kelola kerja yang lebih efisien, terstruktur, dan kolaboratif.
"Dengan semangat kolaboratif dan komitmen terhadap keunggulan layanan, IAS Academy terus memantapkan perannya dalam mendukung transformasi internal IAS," terang dia.
"Melalui program pelatihan yang tepat sasaran, IAS melangkah lebih dekat menuju visinya sebagai penyedia layanan aviasi kelas dunia yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing secara global," tutup Frisca.