Warga Palestina berkumpul di titik distribusi bantuan yang didirikan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) di dekat kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza Tengah pada 25 Juni 2025. (Eyad BABA/AFP)
Warga Palestina terus menjadi korban dalam proses distribusi bantuan yang dikelola Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang kontroversial di Jalur Gaza. (Eyad BABA/AFP)
Terbaru, pada Rabu (25/6/2025), sedikitnya 86 warga Palestina tewas akibat serangan pasukan Israel beserta pesawat tanpa awak atau drone. Jumlah ini termasuk 56 orang di dekat pusat distribusi bantuan. (Eyad BABA/AFP)
Kepala Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNWRA) menyebut lokasi itu atau titik distribusi bantuan sebagai perangkap maut. (Eyad BABA/AFP)
Sementara, juru bicara Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Stephane Dujarric mengatakan bahwa jumlah kematian warga Palestina di lokasi tersebut menunjukkan kengerian yang terjadi di Gaza. (Eyad BABA/AFP)
Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengungkap sedikitnya 503 pencari bantuan Palestina telah tewas dan 3.000 lainnya terluka akibat tembakan Israel di Gaza sejak 27 Mei 2025. (Eyad BABA/AFP)
Secara keseluruhan, sejak perang Israel-Hamas memanas pada 7 Oktober 2023, Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan, jumlah korban tewas di Gaza telah mencapai 56.077 orang. Banyak di antara korban ini anak-anak dan perempuan. (Eyad BABA/AFP)