Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (25/6/2025) hari ini.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa harga emas dunia masih akan melemah dalam perdagangan Kamis, 26 Juni 2025. Ia menyebut, ada kemungkinan harga emas dunia menuju ke level USD 3.304.
Advertisement
“Kalau seandainya tembus di level USD 3.304, ada kemungkinan besar (harga emas dunia) akan menuju ke level USD 3.200,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/6/2025).
Ia menjelaskan, salah satu faktor berlanjutnya pelemahan harga emas dunia adalah kabar terjadinya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran. Kedua negara juga sudah menyetujui gencatan senjata dan masing-masing mengklaim kemenangan dalam pertempuran tersebut.
Faktor kedua, adalah pernyataan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) di Kongres AS. Seperti diketahui, Ketua The Fed Jerome Powell harus memberikan satu jawaban apakah masih tetap mempertahankan suku bunga tinggi.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik mendesak penurunan suku bunga.
“Terlalu dini untuk membahas tentang penurunan suku bunga, ini pun juga membuat harga emas dunia kembali mengalami pelemahan,” kata Ibrahim.
“Ke depan, pada saat geopolitik antara Iran dan Israel selesai kemungkinan besar pelaku pasar akan kembali condong terhadap Timur Tengah yaitu di jalur Gaza. Itu yang kemungkinan akan mendorong harga emas kembali mengalami penguatan dengan kemungkinan besar masih hanya di atas USD 3.375,” jelasnya.
Harga Emas Terjun Bebas ke Level Terendah Hari Ini
Diwartakan sebelumnya, harga emas anjlok 2% hingga mencapai titik terendah dalam dua minggu pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) karena pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Israel mengurangi permintaan emas batangan sebagai aset safe haven.
Dikutip dari CNBC, Rabu (25/6/2025), harga emas dunia di pasar spot turun 1,5% menjadi USD 3.316,80 per ons, setelah sebelumnya turun lebih dari 2% ke level terendah sejak 9 Juni.
Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup pada level 1,8% lebih rendah pada USD 3.333,9.
Menurunnya Ketegangan di Timur Tengah jadi Faktor Utama
“Penurunan ketegangan di Timur Tengah merupakan faktor utama yang membebani emas. Permintaan terhadap aset safe haven telah menurun dan pasar lebih cenderung mengambil risiko,” kata Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, Peter Grant.
“Kami mendapat dukungan yang cukup baik di sekitar USD 3.300 dan kemudian dukungan yang bahkan lebih baik lagi mungkin di USD 3.250," tututr dia..
Saham global melonjak dan dolar AS melemah pada hari Selasa setelah berita gencatan senjata antara Israel dan Iran, sementara pasar mengabaikan apa yang disebut Presiden AS Donald Trump sebagai pelanggaran oleh kedua belah pihak.