7 Pemain Inggris yang Harus Pindah Klub: Rashford, Sancho, Siapa Lagi?

Bursa transfer musim panas kembali menjadi harapan bagi sejumlah pemain Inggris yang kariernya tengah meredup.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 25 Juni 2025, 16:38 WIB
Striker Manchester United asal Inggris bernomor punggung 10, Marcus Rashford, bertepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada 31 Desember 2024. Newcastle memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. (Darren Staples/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Bursa transfer musim panas kembali menjadi harapan bagi sejumlah pemain Inggris yang kariernya tengah meredup. Mereka datang dari klub-klub top seperti Manchester United, Chelsea, hingga Manchester City.

Beberapa dari mereka dulunya bintang timnas Inggris di Euro 2020. Namun kini, performa mereka tak lagi bersinar seperti dulu.

Ada yang kesulitan mendapatkan menit bermain. Ada juga yang kariernya diganggu cedera atau salah pilih klub.

Tak sedikit pula dari mereka yang sempat digadang-gadang jadi masa depan sepak bola Inggris. Namun, jalan karier mereka saat ini justru menjauh dari ekspektasi.

Musim panas ini bisa menjadi momen kunci untuk memulai kembali. Pindah klub mungkin jadi satu-satunya solusi agar karier mereka kembali bersinar.

Berikut tujuh pemain Inggris yang butuh klub baru musim panas ini.


1. Kalvin Phillips

Pemain Arsenal, Myles Lewis-Skelly (kiri) berebut bola dengan pemain Ipswich Town, Kalvin Phillips pada laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Emirates Stadium, London, Inggris, Sabtu (28/12/2024) WIB. (AFP/Glyn Kirk)

Kalvin Phillips adalah salah satu nama besar yang kariernya menurun drastis usai Euro 2020. Setelah tampil gemilang bersama timnas Inggris, ia gagal bersinar di level klub.

Kepindahannya ke Manchester City pada 2022 senilai 45 juta pounds justru menjadi titik balik negatif. Pinjaman ke West Ham dan Ipswich juga tak memberi dampak signifikan.

Kini, Phillips perlu menemukan klub yang bisa memberinya menit bermain reguler. Kembali ke Leeds United mungkin opsi terbaik, asalkan kendala gaji bisa diatasi.


2. Ben Chilwell

Ben Chilwell. Bek kiri Inggris berusia 25 tahun yang kini menjalani musim ke-3 bersama Chelsea ini didatangkan dari Leicester City pada awal musim 2020/2021 dengan nilai transfer 50,2 juta euro atau kini setara Rp764 miliar. Hingga kini ia total telah tampil dalam 56 laga di semua ajang dengan torehan 7 gol dan 9 assist. Usai pulih dari cedera yang dialaminya musim lalu, kini ia harus bersaing dengan Marc Cucurella untuk mendapatkan tempat utama di sektor kiri pertahanan The Blues. (AFP/Getty Images/Ethan Miller)

Ben Chilwell seharusnya sedang berada di puncak kariernya. Namun, kenyataannya ia bahkan tidak masuk dalam rencana Enzo Maresca di Chelsea.

Serangkaian cedera membuat performanya menurun drastis. Bahkan di Crystal Palace, ia hanya mendapat dua kesempatan tampil sejak dipinjamkan.

Meski sempat mencetak gol di laga terakhir musim ini, masa depannya tetap abu-abu. Palace pun tak menunjukkan niat untuk mempermanenkannya.


3. Aaron Ramsdale

Kiper Arsenal, Aaron Ramsdale berusaha menjangkau bola saat menghadapi MLS All-Stars pada laga pramusim 2023/2024 di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (20/7/2023) pagi WIB. (AFP/Getty Images/Tim Nwachukwu)

Aaron Ramsdale sempat jadi andalan Arsenal, tapi kemudian tersingkir dari tim utama. Kepindahannya ke Southampton di bulan Januari membantunya menemukan kembali performa terbaik.

Penampilannya stabil dan percaya diri sepanjang paruh kedua musim. Ia tampil meyakinkan di bawah tekanan, bahkan terlihat di atas level kompetisi Championship.

Meski senang di Southampton, bertahan di divisi dua bukanlah solusi ideal. Leeds United yang tengah mencari kiper berpengalaman bisa menjadi destinasi yang tepat bagi Ramsdale.

Lanjut Baca:

Raheem Sterling dulunya jadi andalan timnas Inggris, tapi kini tersingkir dari skuad utama Chelsea. Enzo Maresca bahkan menyatakan langsung bahwa Sterling akan sulit mendapat menit bermain. Peminjaman ke Arsenal tak memberikan dampak signifikan. Ia hanya tampil sebagai starter tujuh kali dan tak mampu menghidupkan kembali kariernya. Meski kecepatannya tak setajam dulu, Sterling masih punya nilai lebih. Klub promosi bisa menjadi tempat tepat untuk memberinya peran utama lagi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya