Liputan6.com, Jakarta Jadon Sancho menjalani masa sulit di Manchester United sejak bergabung pada 2021. Harapan besar yang menyertainya belum mampu diwujudkan di lapangan.
Saat ini, Sancho tengah menjajaki pintu keluar dari Old Trafford. Beberapa klub sudah menunjukkan ketertarikan, namun prosesnya tidak mudah.
Advertisement
Napoli menjadi salah satu klub yang memantau situasinya. Kendala utama ada pada gaji Sancho yang tinggi, mencapai 300 ribu pounds per pekan.
Mantan asisten pelatih MU, Rene Meulensteen, memberikan pandangannya soal nasib Sancho. Ia percaya sang winger akan tampil jauh lebih baik jika bermain di era Sir Alex Ferguson.
Gaya Main Ferguson Dinilai Ideal untuk Sancho
Meulensteen yang pernah bekerja bersama Ferguson menyebut sistem permainan di masa lalu lebih sesuai dengan karakter Sancho. Ia menyayangkan pemain seperti Sancho harus bermain di bawah pendekatan taktis yang kaku.
Menurutnya, Sancho butuh ruang untuk bergerak bebas dan mengeksplorasi sisi lapangan. Hal itu sulit didapatkan dalam sistem Ruben Amorim saat ini.
"Jadon Sancho bisa saja bersinar di bawah Sir Alex Ferguson, tapi tidak di bawah Ruben Amorim," kata Meulensteen dikutip dari Metro.
"Kami selalu menginginkan winger yang bisa melakukan duel satu lawan satu atau dua lawan satu. Itu menjadi bagian utama dari permainan kami, memperlebar area dan menciptakan ruang," tambahnya.
Sistem Amorim Tak Cocok untuk Karakter Sancho
Meulensteen menilai sistem Ruben Amorim lebih menuntut ketepatan taktik dan operan. Ia menilai pendekatan ini kurang cocok untuk winger kreatif seperti Sancho.
Ia menyebut wing-back dalam formasi Amorim sulit untuk bebas bergerak tanpa umpan yang sempurna. Situasi ini dinilai mempersulit pergerakan Sancho dalam menciptakan ancaman.
"Dalam tim Amorim, wing-back harus mendapat operan sempurna untuk masuk ke posisi yang tepat," lanjut Meulensteen.
"Hal itu membuat lawan lebih mudah membaca permainan dan mengantisipasinya," ucapnya.