Komitmen Berkelanjutan, IMIP Pakai 80 Dump Truck Listrik dan 72 Wheel Loader Listrik

Sebagai bagian dari transformasi industri yang berkelanjutan, IMIP terus mendorong para tenant dan mitra untuk menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG).

oleh Arthur GideonDiterbitkan 24 Juni 2025, 20:30 WIB
Penggunaan 80 unit dump truck listrik dan 72 unit wheel loader listrik di area operasional Kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). (Dok IMIP)

Liputan6.com, Jakarta - Kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi industri nikel Indonesia menuju ekosistem yang tangguh dan berkelanjutan. Langkah ini diambil seiring dengan tekanan harga nikel global dan percepatan agenda hilirisasi nasional.

"Sebagai ekosistem industri strategis, Kawasan IMIP berkomitmen mendukung transformasi industri nikel Indonesia, dari orientasi bahan mentah menuju industri yang mandiri, hijau, dan kompetitif secara global," ujar Emilia Bassar, Direktur Komunikasi PT IMIP, dalam pernyataan resmi pada Selasa (24/6/2025).

Kontribusi Besar bagi Hilirisasi dan Daerah

Dengan lebih dari 30 tenant yang terintegrasi dalam rantai pasok dari hulu ke hilir—mulai dari pengolahan bijih nikel hingga produksi bahan baku baterai kendaraan listrik—IMIP telah tumbuh menjadi salah satu motor utama industrialisasi nasional.

Kontribusinya tidak hanya terlihat pada nilai ekspor, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja lebih dari 85.000 orang serta pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Namun, fluktuasi harga nikel selama 2024–2025 menjadi tantangan serius yang harus dihadapi. Menyadari hal ini, IMIP menyusun berbagai langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas sosial dan hubungan industrial.

"Langkah antisipatif ini memungkinkan kawasan untuk menjaga stabilitas sosial dan hubungan industrial, memberikan respons cepat terhadap potensi gejolak sosial, memastikan bahwa proses industrialisasi tetap berpijak pada aspek keadilan dan perlindungan pekerja," tambah Emilia.

 

Komitmen ESG dan Inovasi Energi Bersih

Penggunaan 80 unit dump truck listrik dan 72 unit wheel loader listrik di area operasional Kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). (Dok IMIP) 

Sebagai bagian dari transformasi industri yang berkelanjutan, IMIP terus mendorong para tenant dan mitra untuk menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG). Ini mencakup efisiensi energi, pengelolaan limbah, tanggung jawab sosial, hingga tata kelola perusahaan yang transparan.

Beberapa langkah konkret telah dilakukan, antara lain:

  • Penggunaan 80 unit dump truck listrik dan 72 unit wheel loader listrik di area operasional.
  • Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 200 MW.
  • Pemasangan 2.190 panel surya bersama Tsingshan Group di kanal Fatufia, dengan kapasitas 1,27 MW yang digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik perkantoran.

“Kami percaya bahwa industri yang tangguh adalah industri yang berkelanjutan, yang memperhatikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar Emilia.

 

Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan

Penggunaan 80 unit dump truck listrik dan 72 unit wheel loader listrik di area operasional Kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). (Dok IMIP)

IMIP menekankan pentingnya kolaborasi multipihak, baik dengan pemerintah pusat dan daerah, serikat pekerja, masyarakat lokal, maupun pelaku industri. Komunikasi lintas sektor yang intensif disebut menjadi kunci untuk menjaga keharmonisan kawasan dan menciptakan pertumbuhan yang inklusif.

Ke depan, IMIP tidak hanya menargetkan diri sebagai pusat produksi nikel nasional, tetapi juga sebagai contoh praktik industrialisasi yang adil, hijau, dan berkelanjutan di Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya