Sukong, Alat Musik Tradisional Betawi yang Berakar dari Tradisi Tionghoa

Alat musik sukong menjadi salah satu bukti bahwa budaya Betawi merupakan akulturasi dari berbagai budaya di Nusantara.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 30 Juni 2025, 14:00 WIB
Sejumlah orang mengunjungi Museum Betawi saat Festival Lebaran Betawi 2017 di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/7). Berbagai senjata tradisional suku Betawi hingga alat musik trombon ikut dipamerkan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Sukong merupakan alat musik tradisional khas Betawi yang berakar dari tradisi Tionghoa. Alat musik ini biasa dimainkan dalam kesenian gambang keromong.

Alat musik sukong menjadi salah satu bukti bahwa budaya Betawi merupakan akulturasi dari berbagai budaya di Nusantara. Sukong melengkapi keberadaan ragam alat musik dalam gambang keromong yang didominasi alat musik asli Nusantara, seperti gambang dan kecrek.

Mengutip dari laman Indonesia Kaya, sukong adalah salah satu alat musik dalam gambang keromong yang berembrio dari tradisi Tionghoa. Sukong memiliki bentuk mirip rebab yang berasal dari Arab. Cara memainkannya pun mirip rebab.

Perbedaan sukong dan rebab terletak pada ukurannya yang lebih kecil. Alat musik ini hanya memiliki dua untai dawai.

Bagian badan sukong terbuat dari batok kelapa. Sementara busurnya, terbuat dari batang pohon yang elastis. Adapun rambut yang biasa dipakai dalam busur menggunakan rambut ekor kuda jantan yang berwarna putih keemasan. Sukong dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini umumnya dimainkan untuk mengiringi kesenian Betawi, seperti ondel-ondel dan lenong.

 

Irama Lagu Betawi

Sebagai alat musik yang berfungsi sebagai melodi, sukong bisa menghasilkan irama lagu Betawi, seperti Kicir-kicir dan Jali-jali. Hal ini membuktikan bahwa sukong dapat berfungsi sebagai pengiring penuh irama maupun pelengkap.

Sebagai alat musik yang muncul dari pluralnya tradisi dan budaya Betawi, sukong perlu dilestarikan. Pasalnya, saat ini sukong termasuk salah satu alat musik tradisional yang terancam punah.

Penulis: Resla

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya