Liputan6.com, Jakarta - Di tengah suasana tegang di Asrama Sembilan Ilmu, para siswa menghadapi kenyataan yang mengejutkan. Dengan kedatangan orang tua mereka, para guru mengumumkan kabar yang mengubah segalanya. Di sisi lain, William dan Flavio mendapatkan kesempatan langka untuk mengubah nasib mereka.
Di suatu sore yang tenang, Slay Queen dan Pop Diva duduk santai di atas rumput hijau, sementara Deandra, Ria, Clair, dan Bunga memilih untuk duduk sedikit berjauhan. Kehadiran Bu Intan memecah keheningan saat dia mendekati mereka dengan pengumuman, Anak-anak, mohon perhatian. Orang tua kalian sudah tiba.
Advertisement
Slay Queen dan Pop Diva segera menghampiri Bu Intan dengan rasa penasaran. Yoona bertanya dengan nada cemas, Apakah orang tua kami tidak dipanggil? Sementara itu, Syakira tampak ketakutan, Bapak gue horor!
Seluruh siswa Asrama Sembilan Ilmu telah berkumpul. Di depan mereka berdiri empat guru dengan wajah letih dan berat: Pak Hari, Bu Anita, Bu Lena, dan Bu Dita. Pak Hari memulai dengan suara penuh kasih, Anak-anakku yang sangat aku cintai. Hari ini… kami membawa kabar yang berat. Bu Dita menambahkan, Kalian bukan lagi siswa aktif di Tirta Persada. Yoona segera memprotes, Kenapa hanya kita saja, Pak? Kenapa harus semua?
Di tempat lain, William dan Flavio sedang bersama ketika Harry dan Fattah mendekat dengan langkah cepat. Fattah berbicara dengan tegas kepada Flavio dan William, Pak Gunawan akan datang jam tiga sore ini. Kita punya satu kesempatan untuk mengubah semuanya.