Liputan6.com, Jakarta Penyanyi Fitri Carlina jadi salah satu tamu yang hadir di acara ngunduh mantu pasangan Al Ghazali dan Alyssa Daguise. Berbeda dari tamu kebanyakan yang mengenakan batik atau dress, Fitri Carlina di sana tampil anggun dengan kebaya janggan yang khas. Dari unggahan di media sosialnya @fitricarlina, kebaya tersebut tampak mencolok dengan warna hitam yang elegan. Ia begitu sumringah saat bertemu dengan pengantin beserta tamu-tamu yang berada di lokasi.
Gaya yang dipilihnya adalah jenis Janggan yang merupakan warisan mode ala perempuan Jawa klasik. Detail kebaya yang dikenakan Fitri dihiasi elemen kancing juga bros warna emas yang menyala. Dengan sentuhan mewah, kebayayang ia pakai sukses menonjolkan aura keanggunan sekaligus kharisma Jawa yang kuat.
Advertisement
Penasaran dengan desainnya? Berikut informasi selengkapnya, dirangkum Liputan6, Selasa (24/6).
1. Gunakan Kebaya Model Janggan dengan Model Potongan Klasik
Fitri Carlina mengenakan kebaya hitam model janggan, ciri khas kebaya yang umumnya digunakan dalam acara adat Jawa. Salah satu ciri khasnya adalah, desain kerah tinggi dan kancing emas besar di bagian depan. Kebaya ini memberikan efek siluet tubuh yang lebih tegak dan anggun, menambah kesan wibawa serta memperlihatkan kematangan dalam selera busana.
Model janggan yang dipilih Fitri memiliki potongan asimetris di bagian bawah yang menjuntai dengan rapi, memberikan nuansa modern namun tetap dalam bingkai kebaya tradisional. Warna hitam yang digunakan mencerminkan kemewahan sekaligus kesederhanaan yang elegan, cocok digunakan untuk acara formal seperti ngunduh mantu.
Tak hanya itu, kebaya ini juga memperlihatkan struktur jahitan yang kokoh dan detail pada bagian kerah serta lengan panjang yang memberikan sentuhan maskulin namun tetap feminin. Kombinasi tersebut membuat tampilan Fitri sangat menawan tanpa harus berlebihan.
2. Kebaya Janggan Diperindah dengan Bawahan Kain Batik Klasik
Dalam momen pernikahan anak musisi Ahmad Dhani itu, Fitri memadukan kebaya janggan hitamnya dengan kain batik motif parang bunga bernuansa putih dan hitam. Batik yang dikenakan memperlihatkan selera tinggi dalam memilih motif klasik yang menyatu dengan atasannya. Pemilihan motif ini juga memperkuat kesan adat dan mendukung harmonisasi dengan elemen kebaya.