Era Lewandowski Hampir Habis? Barcelona Lirik Julian Alvarez Sebagai Penerus

Barcelona mulai menyiapkan rencana pasca-Lewandowski. Julian Alvarez dari Atletico Madrid menjadi target utama untuk lini depan masa depan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 24 Juni 2025, 02:13 WIB
Pada menit ke-66, Robert Lewandowski mencetak gol keduanya di laga ini. (LLUIS GENE/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Waktu tidak bisa dilawan, bahkan oleh penyerang setajam Robert Lewandowski. Di tengah kontribusi luar biasa sang striker veteran, Barcelona mulai mengatur langkah untuk era pasca-Lewandowski. Dan menurut laporan dari Sport, Julian Alvarez muncul sebagai target nomor satu untuk 2026.

Sejak didatangkan dari Bayern Munchen pada 2022, Lewandowski telah menjadi solusi instan bagi lini depan Blaugrana. Dalam 147 pertandingan, ia mencetak 101 gol dan membantu klub meraih lima trofi, termasuk dua gelar La Liga.

Namun, dengan ulang tahunnya yang ke-37 menjelang Agustus ini, wajar bila manajemen mulai mencari pengganti jangka panjang.


Julian Alvarez: Karakter Berbeda, Potensi Besar

Pemain depan Atletico Madrid asal Argentina #19 Julian Alvarez (kiri) merayakan gol pertamanya setelah mengeksekusi penalti dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Madrid vs Club Atletico Madrid di Stadion Santiago Bernabeu pada Minggu, 9 Februari 2025 dini hari WIB. (Thomas COEX / AFP)

Nama Julian Alvarez memang sempat tenggelam setelah hengkang dari Manchester City, namun bersama Atletico Madrid, ia menunjukkan bahwa potensinya masih sangat besar.

Di musim 2024/2025, penyerang asal Argentina itu mencetak 24 gol di La Liga dan Liga Champions, menunjukkan efektivitasnya sebagai penyerang utama meski bertubuh lebih mungil ketimbang Lewandowski.

Alvarez saat ini terikat kontrak panjang bersama Atletico, dan baru memasuki tahun pertama dari kesepakatan berdurasi enam musim. Nilai transfernya diperkirakan menyentuh angka £82 juta, nominal yang sulit dijangkau Barcelona dalam kondisi keuangan mereka saat ini.

Namun, rencana ini ditargetkan untuk 2026, memberi cukup waktu bagi Joan Laporta dan timnya untuk mempersiapkan fondasi finansial.


Strategi Flick: Dari Target Man ke Dinamo Serangan?

Tiga gol lainnya masing-masing diciptakan oleh Robert Lewandowski, bunuh diri Jelle Bataille, dan Gavi. (LLUIS GENE / AFP)

Meskipun profil Alvarez jauh berbeda dari Lewandowski, lebih cepat, lebih lincah, dan cenderung bermain lebih dalam, hal itu justru membuka peluang bagi Hansi Flick untuk merancang wajah baru permainan Barcelona.

Mantan pelatih Bayern ini dikenal fleksibel dan mungkin akan menyambut sistem serangan yang lebih dinamis ketimbang bergantung pada target man klasik.

Jika Alvarez jadi direkrut, Flick bisa memainkan formasi dengan false nine atau penyerang bayangan, sambil tetap menjaga agresivitas tinggi yang selama ini diidamkan suporter Camp Nou.


Laporta Restui, tapi Tantangan Finansial Masih Besar

Dengan sisa satu pertandingan lagi, posisi Barcelona di puncak klasemen Liga Spanyol 2024/2025 dengan 85 poin tidak tergoyahkan. Poin tersebut sudah tidak mungkin terkejar oleh Real Madrid yang berada di posisi kedua. (MANAURE QUINTERO/AFP)

Presiden klub Joan Laporta dikabarkan menyukai ide mendatangkan Alvarez dan telah memberi restu pada rencana tersebut. Namun kendalanya jelas: Atletico belum tertarik untuk melepas bintangnya, apalagi ke rival domestik.

Apalagi jika klub asuhan Diego Simeone mampu bersaing di papan atas La Liga dalam dua musim ke depan, keinginan Alvarez untuk hengkang bisa semakin berkurang.

Barcelona perlu cermat, Mereka tidak hanya butuh uang, tapi juga proyek yang meyakinkan untuk menarik minat Alvarez, terutama jika ia berkembang menjadi bintang utama Argentina pasca-Messi dan Lautaro.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya