Liputan6.com, Jakarta - Kisah asmara dan intrik di Asrama Sembilan Ilmu semakin memanas. Devon dan Valerian menyusun strategi agar identitas mereka tetap rahasia, sementara Leon dan Lidya terjebak dalam ketegangan terkait nama yang disembunyikan. Di sisi lain, Dani Teriaz menunjukkan ketajaman profesionalnya saat meneliti CV Matthew.
Di tengah semua ini, Fattah berusaha menenangkan Zara yang terkejut dengan kemunculan seorang dokter dari masa lalunya. Sementara itu, Dewi membawa makanan untuk anak-anak asrama, menciptakan momen ringan di tengah ketegangan. Aqeela, yang selalu berada di belakang, mendapat perhatian khusus dari Harry, meskipun dengan candaan khas mereka.
Advertisement
Devon melangkah perlahan di lorong besar yang sunyi, mengambil napas dalam-dalam sebelum menoleh ke arah Valerian. Valerian menatap lurus tanpa berkedip, suaranya tetap tenang dan datar. Pastikan Dani Teriaz tidak mengetahui siapa kita sebenarnya.
Di tempat lain, Leon dan Lidya terlibat dalam perdebatan sengit. Leon mendekat dengan ekspresi wajah yang mulai menunjukkan keretakan. Siapa yang memasukkan nama Papa? Kenapa harus disembunyikan? Lidya menghindari tatapan Leon, enggan menjawab.
Fattah Dekati Zarah
Dani Teriaz, dengan tatapan tajam dan profesional, membaca CV di tangannya. Sesekali, dia mengalihkan pandangan dari halaman ke wajah Matthew sebelum kembali membaca. Pastikan tidak ada yang menemui Raisa, terutama Arya Mohan!
Fattah mendekati Zara yang tampak terkejut. Zara, ada apa? Zara tersentak, Aku cuma kaget. Dia dokter pertama yang menangani aku. Itu saja. Fattah mencoba memahami situasinya. Kamu tahu kan, kamu nggak sendirian?
Sementara itu, anak-anak Asrama Sembilan Ilmu duduk bersandar di depan kelas. Dari ujung lorong, Dewi muncul sambil mendorong troli besar berisi kotak-kotak katering. Anak-anak segera bergerak cepat menuju troli. Seperti biasa, Aqeela berada di belakang. Harry mengambilkan makanan untuk Aqeela. Aqeela, ngapain? Udah duduk aja, biar aku ambilin. Aqeela terkejut, Harry, jangan manis-manis gitu, nanti gula darahku naik!