Rayakan HUT Jakarta, Dinkes DKI Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

Operasi bibir sumbing jadi cara Dinkes DKI rayakan ulang tahun Jakarta.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiperbarui 23 Juni 2025, 21:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam kegiatan operasi bibir sumbing di RSUD Kalideres, Jakarta Barat, Senin (23/6/2025). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Momen Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta dirayakan dengan operasi bibir sumbing gratis untuk 55 anak dari beberapa wilayah Indonesia.

Kegiatan operasi ini dilakukan di RSUD Kalideres, Jakarta Barat dan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Kegiatan operasi yang dilakukan tak hanya terkait perbaikan sumbing bibir tapi juga sumbing langit-langit.

“Operasi bibir sumbing jumlahnya 55 (peserta). Dan yang dioperasi ini berasal bukan hanya dari Jakarta. Yang sudah selesai operasi rata-rata mendapatkan hasil yang bagus,” kata Pramono Anung dalam kegiatan operasi bibir sumbing di RSUD Kalideres, Jakarta Barat, Senin (23/6/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan bahwa operasi ini memang terbuka untuk semua anak, tak hanya yang berada di jakarta.

“Kami terbuka, bahkan ada yang dari Merauke,” ujarnya kepada Health Liputan6.com.

Dia menambahkan, usai operasi, anak-anak akan diberikan ruang rawat hingga kondisinya stabil atau pulih.

“Berbeda-beda ya, ada juga mungkin yang bisa langsung pulang, tunggu beberapa jam stabil bisa langsung pulang, tapi yang perlu perawatan kami persiapkan juga.”

Sebelum memasuki tahap operasi hari ini, para peserta operasi terlebih dahulu melalui proses skrining.

“Jadi sebelum tahap operasi bibir sumbing ini kita bikin skrining, jadi yang lolos skrining hari ini sudah memenuhi kriteria (untuk operasi).”

 

Tak Semua Peserta Lolos Tahap Skrining

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati dalam kegiatan operasi bibir sumbing di RSUD Kalideres, Jakarta Barat, Senin (23/6/2025). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Sementara, peserta yang belum memenuhi kriteria maka ditunda dulu operasinya. Ini termasuk peserta yang kondisi kesehatannya belum siap, misalnya mengalami anemia atau berat badan kurang.

“Banyak bayi, kalau kondisi umumnya belum bagus, berat badannya masih kurang ditunda dulu, perbaiki dulu kondisinya,” jelasnya.

Tak hanya bayi, orang dewasa juga ada yang mengikuti kegiatan operasi gratis bibir sumbing ini.

“Ada 65 orang yang diskrining, yang dioperasi 55. Balita, remaja, dewasa, semua. Banyak yang rekonstruksi, banyak yang sudah operasi kemudian diulang. ”

 

Beberapa Kasus Tak Cukup Operasi Sekali

Beberapa kasus sumbing memang tak bisa ditangani hanya dengan satu kali operasi. Pada kasus parah seperti sumbing langit-langit, maka operasinya bisa tiga sampai empat kali.

“Jadi ada yang bibirnya saja, ada yang sampai langit-langitnya terbelah,” jelas Ani.

Dia juga mengatakan, ke depannya kegiatan seperti ini akan dilakukan kembali dan menjadi agenda rutin.

“InshaAllah akan jadi program rutin kita, agenda rutin kita bekerja sama dengan Smile Train,” tutupnya.

Infografis Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Mulai 2025 (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya