Nico Williams Semakin Dekat ke Barcelona, Fans Athletic Bilbao Kirim Pesan Keras Lewat Vandalisme

Spekulasi mengenai masa depan Nico Williams bersama Athletic Bilbao kembali mencuat di bursa transfer musim panas 2025/2026. Nico pun kini mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari fans.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 23 Juni 2025, 10:55 WIB
Pemain belakang Barcelona asal Prancis Jules Kounde berebut bola dengan pemain depan Athletic Bilbao Nico Williams pada pertandingan semifinal Piala Super Spanyol di King Abdullah Sport City, Jeddah, 8 Januari 2025. (FADEL SENNA / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Spekulasi mengenai masa depan Nico Williams bersama Athletic Bilbao kembali mencuat di bursa transfer musim panas 2025/2026. Nico pun kini mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari fans.

Untuk musim kedua secara beruntun, pemain sayap lincah ini dikaitkan dengan kepindahan ke Barcelona. Namun berbeda dengan tahun lalu, kali ini proses negosiasi tampak jauh lebih menjanjikan bagi raksasa Catalunya.

Menurut laporan sejumlah media Spanyol, Nico dikabarkan telah menyetujui kesepakatan personal dengan Barcelona. Artinya, langkah besar menuju transfer tinggal menunggu pembicaraan antar klub.

Musim lalu, sang pemain menolak kesempatan untuk hijrah ke Camp Nou, namun perubahan sikapnya musim ini menunjukkan ambisi baru dalam kariernya.


Kekecewaan Fans Athletic Bilbao

Nico Williams menyamakan kedudukan setelah gol pembuka De Paul di babak pertama untuk Athletic. (OSCAR DEL POZO / AFP)

Namun, keinginan Nico untuk meninggalkan San Mames demi berseragam Barcelona ternyata menimbulkan gelombang kekecewaan, terutama dari para pendukung fanatik Athletic Bilbao.

Ketegangan ini memuncak pada akhir pekan lalu ketika sebuah mural yang menggambarkan tiga ikon klub — Inaki Williams, Nico Williams, dan Iker Muniain — ditemukan dalam kondisi dirusak.

Wajah Nico dihapus dan diganti dengan tulisan mengejek: “Mau pergi atau tinggal, kau sudah kehilangan rasa hormat.”

Aksi vandalisme tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan publik sepak bola Spanyol, terutama karena maknanya yang jelas: sebagian suporter merasa dikhianati oleh keputusan Nico.

Meski tidak semua fans setuju dengan tindakan tersebut, respons keras ini mencerminkan kekecewaan mendalam dari mereka yang merasa bahwa pemain muda itu telah melupakan loyalitas terhadap klub yang membesarkannya.


Reaksi Inaki Williams

Inaki (kanan) dan Nico Williams. Keduanya adalah satu-satunya pasangan kakak adik dalam daftar yang tampil membela dua negara berbeda di Piala Dunia 2022, namun uniknya keduanya justru saat ini tengah bermain di klub yang sama yaitu Athletic Bilbao. Sang kakak Inaki Williams yang kini berusia 28 tahun akan tampil bersama Ghana, sementara sang adik Nico Williams yang berusia 20 tahun akan membela Spanyol. (AFP/Cesar Manso)

Reaksi juga datang dari Inaki Williams, kakak kandung sekaligus rekan satu tim Nico, yang tak bisa menyembunyikan kekesalannya atas insiden tersebut.

Melalui unggahan di media sosial, Inaki menulis pesan tegas, “Di balik ketidakhormatan anonim, selalu ada seseorang yang terlalu kecil untuk menunjukkan wajahnya.”

Pernyataan itu dianggap sebagai sindiran langsung kepada pelaku vandalisme, sekaligus pembelaan terhadap adiknya.


Hubungan Athletic Bilbao dan Barcelona

Pemain Athletic Bilbao, Nico Williams, berebut bola dengan pemain Atletico Madrid, Angel Correa, pada laga semifinal Copa del Rey di Stadion San Mames, Jumat (1/3/2024). (AFP/Ander Gillenea)

Hubungan antara Barcelona dan Athletic Bilbao memang tidak pernah harmonis, dan kisah Nico Williams hanya menambah panjang daftar ketegangan.

Musim panas lalu, Athletic sudah dibuat gusar oleh upaya Barcelona merekrut pemain mereka. Kini, dengan negosiasi yang tampaknya semakin dekat ke garis akhir, potensi konflik emosional kembali terbuka lebar.

Bagi Barcelona, mendatangkan Nico Williams bisa menjadi langkah strategis yang signifikan. Pemain muda dengan kecepatan, teknik, dan visi yang matang ini dinilai cocok dengan filosofi permainan Blaugrana.

Sementara bagi Athletic Bilbao, kehilangan salah satu talenta terbaik akademi mereka tentu menjadi pukulan berat — tak hanya dari segi teknis, tapi juga simbolik.

Sumber: Football Espana

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya