Liputan6.com, Jakarta Bayern Munchen belum menyerah dalam perburuan Nico Williams. Meski winger Athletic Bilbao itu selangkah lagi bergabung dengan Barcelona, sang raksasa Bundesliga menyiapkan langkah terakhir untuk membajak transfer tersebut. Barcelona sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan Nico dan hanya tinggal menyelesaikan beberapa detail administratif.
Pekan lalu, direktur olahraga Barca, Deco, bertemu dengan agen Nico, Felix Tainta, untuk membahas klausul rilis sang pemain. Barca dikabarkan siap menebus harga €62 juta—sekitar Rp1,1 triliun (kurs 1 Euro = Rp17.800)—untuk memboyongnya ke Spotify Camp Nou. Jalur menuju Barcelona memang terlihat mulus, tapi Bayern menyiapkan satu upaya terakhir.
Advertisement
Informasi dari Sport1 yang dikutip Mundo Deportivo mengungkapkan bahwa Bayern diam-diam menyusun strategi. Max Eberl, direktur olahraga Bayern, bahkan meninggalkan rombongan tim di Piala Dunia Antarklub 2025 untuk segera kembali ke Munich.
Rapat Kilat di Munich
Sesampainya di Jerman, Max Eberl langsung mengadakan pertemuan penting dengan Uli Hoeness, Karl-Heinz Rummenigge, dan beberapa petinggi Bayern lainnya. Tujuan utama mereka jelas: merancang strategi transfer untuk musim depan. Nama Nico Williams berada di urutan teratas dalam daftar incaran mereka.
Bayern berniat mengajukan tawaran yang lebih baik kepada Nico, berharap bisa menggoyahkan tekad sang pemain. Mereka ingin bergerak cepat seandainya Barcelona mengalami kendala menyelesaikan transfer ini. Waktu menjadi elemen krusial dalam drama transfer ini, apalagi dengan bursa musim panas yang makin dekat.
Bayern melihat celah dari kondisi keuangan Barcelona yang tengah ketat. Meski Blaugrana bersikukuh mampu menebus klausul rilis, mereka juga berharap ada kelonggaran dari pihak Bilbao. Di situlah Bayern mencoba menyusup masuk.
Klarifikasi Setengah Hati dari Bayern
Usai kemenangan 2-1 Bayern atas Boca Juniors di ajang Piala Dunia Antarklub, direktur olahraga lainnya, Christoph Freund, turut bicara. Kepada DAZN, ia mengatakan kembalinya Eberl ke Munich bukan karena "alasan khusus".
Namun, Freund juga menegaskan bahwa ada pembicaraan internal yang tengah berjalan dan semuanya lebih efektif jika dilakukan dari Eropa. Ia menambahkan, “Kami merasa ini waktu yang tepat,” seolah memberi isyarat bahwa ada urgensi tertentu dalam langkah mereka.