Posisi Joshua Kimmich Bikin Repot? Eks Bayern Munchen Lempar Kritik Keras

Joshua Kimmich dikritik tajam oleh Markus Babbel karena tak konsisten posisi. Eks bek Bayern minta Kimmich kembali ke posisi terbaiknya: Bek kanan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 20 Juni 2025, 01:54 WIB
Joshua Kimmich telah menjadi pemain kunci bagi Bayern Munchen sejak tiba pada musim panas 2015. Pemain serbaguna itu telah membuat hampir 300 penampilan dengan mencetak 33 gol dan 77 assist. Ia juga memainkan peran kunci dalam kemenangan treble kontinental pada 2019/20. (AFP/Christof Stache)

Liputan6.com, Jakarta Joshua Kimmich kembali jadi sorotan. Kali ini bukan soal performa di lapangan, melainkan posisi bermainnya yang dianggap terlalu liar.

Kritik datang dari mantan bek Bayern Munchen dan Timnas Jerman, Markus Babbel, yang menilai Kimmich merugikan tim karena tak fokus pada satu posisi.

Dalam wawancara dengan Sport.de, Babbel menyebut Kimmich seperti "sedang senam di mana-mana", menyindir gaya bermain sang gelandang yang terlalu banyak bergerak ke berbagai sisi lapangan. Menurutnya, Kimmich kerap merasa harus melakukan segalanya, dan akibatnya justru membuat lini belakang rentan diserang.

“Joshua seperti sedang senam lantai. Ini misteri bagi saya,” kata Babbel. “Dia mengalami fase di mana dia pikir harus melakukan segalanya, dan hasilnya, bek tengah jadi terlihat buruk.”


Bek Kanan Kelas Dunia, Di Tengah Biasa Saja

Duet Joshua Kimmich dan Leon Goretzka telah membawa Bayern Munchen menyabet banyak gelar bergengsi. Kimmich merupakan sosok yang cerdas dengan kualitas teknis yang luar biasa. Sementara itu, Goretzka lebih merupakan gelandang box-to-box yang suka menyerang ke depan. (AFP/Alexander Hassenstein)

Babbel menegaskan bahwa Kimmich semestinya kembali bermain di posisi yang membuatnya bersinar sejak awal: bek kanan.

Menurutnya, di posisi itu Kimmich tampil sebagai pemain kelas dunia. Sebaliknya, saat dimainkan di lini tengah, ia dinilai hanya tampil rata-rata.

“Dia harusnya tetap di posisi terbaiknya: bek kanan,” ujar Babbel. “Di sana dia jadi kelas dunia. Namun, di lini tengah, dia cuma rata-rata.”

Komentar Babbel menghidupkan kembali perdebatan lama di sepak bola Jerman soal posisi terbaik Kimmich. Pemain yang kini berusia 29 tahun itu memang punya fleksibilitas luar biasa, tapi belum pernah benar-benar konsisten di satu peran sejak bergabung ke Bayern dari RB Leipzig.


Kompany dan Nagelsmann Tetap Percaya Kimmich di Tengah

Gelandang Bayern Munchen, Joshua Kimmich, berebut bola dengan gelandang Eintracht Frankfurt, Sebastian Rode, pada laga lanjutan Liga Jerman di Allianz Arena, Sabtu (24/10/2020) malam WIB. Bayern Munchen menang 5-0 atas Eintracht Frankfurt. (AFP/Christof Stache/various sources)

Meski banyak pihak menyarankan Kimmich kembali ke sektor kanan, pelatih baru Bayern Vincent Kompany masih memilih menurunkannya di lini tengah.

Begitu pula pelatih Timnas Jerman Julian Nagelsmann, yang memberi Kimmich peran penting di tengah selama Euro 2024 dan masih mempertahankannya sebagai kapten tim.

Kimmich sendiri sudah mencatat lebih dari 230 laga Bundesliga bersama Bayern, bergantian antara posisi bek kanan dan gelandang. Di level klub maupun tim nasional, perannya begitu sentral—meski tak selalu dalam posisi yang sama.

Saat ini Bayern Munchen sedang tampil di Piala Dunia Antarklub, dan baru saja menghajar Auckland City 10-0 di laga pembuka. Namun isu posisi Kimmich bisa jadi bahan pertimbangan serius bagi Kompany jika ingin menjaga keseimbangan tim di turnamen ini dan seterusnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya