Bupati Bandung Bantah Tolak Program Barak Militer Dedi Mulyadi

Bupati Bandung, Dadang Supriatna membantah dirinya menolak program pendidikan karakter di barak militer yang digagas Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

oleh Dikdik RipaldiDiterbitkan 19 Juni 2025, 19:23 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Bupati Bandung, Dadang Supriatna. (Dok. Pemkab Bandung)

Liputan6.com, Bandung - Bupati Bandung, Dadang Supriatna membantah dirinya menolak program pendidikan karakter di barak militer yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak menolak program pembinaan pelajar bermasalah di barak militer sebagaimana digagas oleh Gubernur Jawa Barat, KDM," kata Dadang dalam keterangan tertulis pada Kamis, 19 Juni 2025.

Sebaliknya, Dadang mengeklaim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung justru mendukung pelaksanaan program tersebut.

"Bahkan, kami di Kabupaten Bandung telah menyiapkan Barak Militer di Yonif 330 Nagreg sebagai bentuk kesiapan jika langkah tersebut diperlukan," ucap Dadang.

Sebelumnya, Dadang sempat memberikan pernyataan terkait program Magrib Mengaji. Dadang mengeklaim, program tersebut merupakan alternatif dari pembinaan karakter bagi anak-anak yang berperilaku nakal.

"Yang saya sampaikan adalah bahwa program Magrib Mengaji dapat menjadi alternatif terlebih dahulu, sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter anak-anak dan pelajar yang dinilai nakal atau bermasalah," pungkasnya.

Dadang mengaku, dirinya tidak menolak program pendidikan karakter di barak militer. Magrib Mengaji pun, klaim dia, adalah upaya yang dilakukan sebelum pembinaan di barak militer.

"Kita berharap, sebelum sampai pada tahap pengiriman ke barak, anak-anak ini dapat dibina melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan dan kedekatan sosial," tutur Dadang.

Menurut Dadang, anak-anak perlu diberi pembinaan karakter dengan pendekatan agama. "Artinya pemda sebagai kepanjangan tangan dari provinsi siap berkolaborasi, karena mencerdaskan kehidupan bangsa baik itu spiritual, emosional, moral, kognisi, tidak bisa oleh perseorangan," ujarnya.

Di sisi lain, Dadang menegaskan bahwa program Magrib Mengaji sebenarnya sudah ada sejak dulu. Langkah yang dilakukan pihaknya saat ini, kata Dadang, merupakan upaya mendorong program tersebut secara regulasi.

"Seperti penilaian nonkognisi di lingkungan rumah atau keluarga. Jadi pemerintah daerah akan meminta bantuan orang tua untuk bersama mengontrol anak-anak," katanya.

Magrib Mengaji

Ilustrasi mengaji.

Sebelumnya, Bupati Bandung, Dadang Supriatna memastikan akan segera menerbitkan Instruksi Bupati terkait program Magrib Mengaji dalam waktu dekat. 

"Saya akan keluarkan Instruksi Bupati untuk menindaklanjut SE tentang himbauan diadakannya Program Magrib Mengaji," kata Dadang.

Dadang menjelaskan, program Magrib Mengaji akan diterapkan di rumah maupun madrasah dekat tempat tinggal masing-masing anak. "Insya Allah anak-anak Kabupaten Bandung tidak perlu dimasukan ke Barak Militer juga bakal nurut ke Pak Gubernur," ucap Dadang.

 

Penulis: Arby Salim 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya