Sejumlah peserta aksi mengikuti aksi gerakan Global March to Gaza menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia, jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (15/6/2025). (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas untuk gerakan Global March to Gaza. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Global March to Gaza merupakan aksi jalan kaki internasional sejauh kurang lebih 50 kilometer (km). (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Peserta aksi akan berjalanan kaki dari Kairo. Mesir menuju Gerbang Rafah. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Aksi tersebut dikabarkan akan diikuti 10.000 orang, yang berasal dari lebih 50 negara. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Diperkirakan, pada hari ini Minggu 15 Juni 2025 menjadi puncak gerakan Global March to Gaza ketika seluruh peserta tiba di Gerbang Rafah untuk menyerukan dibukanya akses kemanusiaan ke Gaza. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Saat melakukan pawai gerakan Global March to Gaza, para peserta membawa bendera Palestina, poster-poster bertuliskan pesan perdamaian, dan mengenakan atribut khas sebagai bentuk dukungan moral terhadap warga Gaza yang tengah mengalami krisis kemanusiaan akibat blokade berkepanjangan dari Israel. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Sebelumnya, pada Kamis (12/6/2025), Kepala Badan Bantuan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) Philippe Lazzarini mengatakan gangguan terhadap distribusi bantuan kemanusiaan memperparah kelaparan di Jalur Gaza. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Philippe Lazzarini menyebut situasi yang memburuk saat ini memperparah kelaparan dan membahayakan nyawa warga sipil. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Otoritas kesehatan Gaza pada Kamis (12/6/2025) juga melaporkan sedikitnya 21 orang tewas dan lebih dari 290 orang luka-luka ketika mencoba mengakses bantuan kemanusiaan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)