Liputan6.com, Jakarta Real Madrid kembali mencuri perhatian dunia sepak bola setelah secara resmi memperkenalkan Trent Alexander-Arnold sebagai pemain anyar mereka.
Bek kanan Timnas Inggris tersebut mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Liverpool dan memulai babak baru dalam kariernya di Santiago Bernabeu. Tak hanya penampilannya yang mencuri perhatian, tetapi juga keberaniannya menyampaikan pidato penuh dalam Bahasa Spanyol saat perkenalan resmi.
Advertisement
Trent, yang sejak usia 6 tahun telah membela Liverpool, memutuskan hengkang dari klub masa kecilnya usai musim 2024/25. Meski awalnya disebut akan meninggalkan Anfield secara gratis, Liverpool berhasil mengamankan dana sebesar £10 juta dari Real Madrid sebagai kompensasi transfernya.
Trent Alexander-Arnold Berbahasa Spanyol
Dalam acara perkenalan yang digelar Kamis (12/6/2025), suasana berubah hening dan penuh haru saat Alexander-Arnold naik ke atas panggung.
Namun semua berubah menjadi tepuk tangan meriah ketika ia membuka pidatonya dengan sapaan “Buenas tardes” dan melanjutkan seluruh pernyataannya dalam bahasa Spanyol yang fasih.
“Terima kasih kepada Florentino Perez dan klub atas kesempatan ini. Ini tidak terjadi setiap hari. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” ucapnya dengan penuh percaya diri.
Cerita Trent Alexander-Arnold
Trent mengungkapkan bahwa ia mulai belajar bahasa Spanyol sejak beberapa bulan lalu, tepatnya pada Maret 2025, ketika rumor kepindahannya ke Madrid mulai mencuat ke publik.
Keputusannya untuk belajar lebih awal menunjukkan keseriusannya beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjawab ekspektasi tinggi dari para pendukung Los Blancos.
“Saya sangat senang dan bangga berada di sini. Saya tahu bahwa tuntutan di klub ini sangat besar, tapi saya akan memberikan segalanya untuk Real Madrid dan para penggemarnya. Saya ingin menjadi pemenang dan menikmati bermain bersama para pemain terbaik dunia,” lanjutnya dalam pidato yang sangat diapresiasi oleh publik Madrid.
Polemik Kepergian Trent Alexander-Arnold
Namun di balik euforia perkenalannya bersama Real Madrid, keputusan Alexander-Arnold meninggalkan Liverpool sempat memicu perdebatan di kalangan suporter The Reds.
Banyak yang merasa kecewa dan mempertanyakan loyalitas pemain yang sudah menjadi ikon klub. Trent tidak menampik bahwa kepergiannya dari Anfield menjadi salah satu momen paling emosional dalam hidupnya.