Komandan Garda Revolusi Iran Hossein Salami Tewas dalam Serangan Terbaru Israel

Jenderal Hossein Salami, Komandan Garda Revolusi Iran (IRCG), dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan fasilitas nuklir dan militer Iran.

oleh Tanti YulianingsihDiperbarui 15 Juni 2025, 12:23 WIB
Mayor Jenderal Hossein Salami, kepala Korps Garda Revolusi Islam Iran. (AFP)

Liputan6.com, Teheran - Media pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Komandan Korps Garda Revolusi Islam Hossein Salami dalam serangan Israel.

"Mayor Jenderal Hossein Salami, kepala Islamic Revolutionary Guard Corps (IRCG)/Korps Garda Revolusi Islam, tewas dalam serangan rezim Israel terhadap markas besar IRGC,” kantor berita lokal Tasnim melaporkan seperti dikutip dari Times of Israel, Jumat (13/6/2025).

Garda Revolusi Iran adalah salah satu pusat kekuatan utama dalam teokrasi negara itu. Garda ini juga mengendalikan persenjataan rudal balistik Iran.

Selain Salami, Israel yakin kepala militer Iran, Mohammad Bagheri, anggota petinggi militer lainnya, dan ilmuwan nuklir senior tewas dalam serangan pembuka IDF terhadap Iran.

AFP melaporkan mengutip laporan media lokal, memberitakan bahwa Hossein Salami, Kepala Garda Revolusi paramiliter Iran, tewas dalam serangan terbaru Israel. Adapun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memimpin pemerintah melakukan serangan besar-besaran di ibu kota Iran pada Jumat (13/6) dini hari.

 

Markas Besar Garda Revolusi Iran Terbakar

Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/ArthurHidden)

Markas besar Garda Revolusi paramiliter Iran terbakar saat ledakan dari serangan Israel menargetkan beberapa lokasi di Teheran termasuk lokasi nuklir dan militer. Sasaran utamanya adalah pejabat yang memimpin program nuklir Iran dan persenjataan rudal balistiknya.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan atas program nuklir Iran yang berkembang pesat. Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, Dewan Gubernur di Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengecam Iran pada hari Kamis (12/6) karena menahan diri untuk bekerja dengan inspekturnya.

Menyusul perkembangan ini, Iran mengumumkan bahwa mereka akan membangun situs pengayaan ketiga di negara itu. Selain ini, ia menyatakan rencananya untuk mengganti beberapa sentrifus dengan yang lebih canggih.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya