Ancaman Cedera dan Keletihan, FIFPRO Ajukan 12 Aturan Perlindungan Pemain

FIFPRO ajukan 12 rekomendasi termasuk libur empat minggu dan jeda musim demi lindungi pemain dari kelelahan akibat jadwal padat kompetisi global.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 13 Juni 2025, 03:16 WIB
Pemain Spanyol, Gavi, meringis kesakitan karena mengalami cedera lutut saat melawan Georgia pada kualifikasi Euro 2024 Grup A di Stadion Jose Zorrilla, Valladolid, Spanyol, Senin (20/11/2023). Menurut laporan media Spanyol, pemain Barcelona tersebut mengalami cedera ACL. (AFP/Cesar Manso)

Liputan6.com, Jakarta Asosiasi pesepak bola dunia, FIFPRO, menyerukan pembaruan besar dalam pengelolaan jadwal kompetisi sepak bola profesional. Dalam laporan terbarunya, mereka meminta agar setiap pemain diberikan libur off-season minimal empat minggu, ditambah periode retraining selama empat minggu sebelum kembali bermain.

Rilis ini hadir menjelang pembukaan Piala Dunia Antarklub FIFA yang digelar di Amerika Serikat. Turnamen tersebut menambah panjang daftar kompetisi yang menekan fisik para pemain elite.

Menurut FIFPRO, laporan ini menjadi kesepakatan paling luas sejauh ini yang melibatkan 70 ahli medis dan performa untuk menyusun 12 rekomendasi perlindungan terhadap beban kerja berlebihan.


12 Rekomendasi untuk Kurangi Beban Pemain

Bek Real Madrid asal Spanyol, Dani Carvajal, mengalami cedera pada final Liga Champions melawan Atletico Madrid di San Siro, Milan, Sabtu (28/5/2016). (AFP/Giuseppe Cacace)

Dalam dokumen tersebut, para ahli menyepakati empat poin penting: Jeda musim selama empat minggu, libur pertengahan musim yang bersifat wajib, periode retraining minimal empat minggu, dan penghitungan beban perjalanan pemain sebagai faktor medis yang relevan.

FIFPRO menegaskan bahwa lebih dari 75% partisipan menyetujui tiap rekomendasi sebelum ditetapkan. Ini menjadi dasar ilmiah sekaligus dorongan moral untuk diterapkan dalam regulasi sepak bola profesional.

“Kami menyusun standar keselamatan berdasarkan opini independen para ahli yang memahami tekanan mental dan fisik pemain,” ujar Prof. Dr. Vincent Gouttebarge, direktur medis FIFPRO.


Jadwal Padat Picu Kekhawatiran Serius

Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne mendapatkan perawatan tim medis setelah mengalami cedera saat menghadapi Inter Milan pada laga final Liga Champions 2022/2023 di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul (10/6/2023). (AP Photo/Francisco Seco)

Kritik terhadap padatnya kalender kompetisi semakin mencuat seiring dengan padatnya agenda klub top. Manchester City dan Chelsea, yang ikut Piala Dunia Antarklub, hanya memiliki waktu lima minggu sebelum musim Premier League dimulai pada 15 Agustus.

Chelsea bahkan dijadwalkan bermain pada 16 Juni, hanya 19 hari usai final Conference League melawan Real Betis. Situasi ini mengancam waktu pemulihan fisik dan mental pemain.

Pada September lalu, Rodri sempat mengungkap bahwa para pemain nyaris mogok karena kelelahan. Rekannya, Manuel Akanji, bahkan menyebut bisa pensiun di usia 30 akibat tidak adanya waktu istirahat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya