IHSG Melemah Terbatas, Investor Asing Beli 10 Saham Ini

Berikut 10 saham yang dibeli oleh investor asing saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun terbatas pada Rabu, 11 Juni 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 Juni 2025, 08:41 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah terbatas pada perdagangan Rabu, 11 Juni 2025 usai alami lonjakan signifikan. Aksi beli saham oleh investor asing masih terjadi tetapi menyusut.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun terbatas 0,11% ke posisi 7.222,45. Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.239,95 dan level terendah 7.172,20.

Total volume perdagangan saham 29,67 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 18,35 triliun. Total frekuensi perdagangan 1,41 juta kali transaksi. Seiring koreksi IHSG, kapitalisasi pasar BEI turun menjadi Rp 12.585 triliun.

Sementara itu, delapan sektor saham ditutup menguat, dipimpin sektor barang baku yang naik 1,69%. Kemudian sektor saham transportasi & logistik bertambah 1,53%, dan sektor properti menguat 0,96%.

Di sisi lain, tiga sektor melemah, dengan sektor keuangan mencatat penurunan terdalam sebesar 0,65%, disusul sektor infrastruktur turun 0,19% dan sektor teknologi melemah 0,65%.

Adapun investor asing beli saham Rp 79,31 miliar. Sepanjang 2025, investor asing jual saham Rp 48,77 miliar.

Saat IHSG melemah terbatas, investor asing beli 10 saham ini. Berikut 10 saham yang dibeli investor asing:

1.PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 333,12 miliar

2.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp 223,69 miliar

3.PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS): Rp 51,11 miliar

4.PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): Rp 49,78 miliar

5.PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 39,80 miliar

6.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Rp 39,27 miliar

7.PT Sentul City Tbk (BKSL): Rp 21,55 milair

8.PT Astra International Tbk (ASII): Rp  19,85 miliar

9.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp 19,01 miliar

10.PT Elnusa Tbk (ELSA): Rp 15,45 miliar

Penutupan IHSG pada 11 Juni 2025

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (11/6/2025), meski sentimen eksternal menunjukkan perkembangan positif dari negosiasi dagang Amerika Serikat dan China. IHSG turun tipis 8,28 poin atau 0,11 persen ke level 7.222,46. Sementara itu, indeks LQ45 turun 2,33 poin atau 0,29 persen ke posisi 810,47.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat, bursa Asia mayoritas menguat setelah AS dan China dikabarkan telah mencapai konsensus awal terkait kerangka kerja kesepakatan dagang. Kedua negara berkomitmen mengimplementasikan hasil konsensus Jenewa dan panggilan presiden terbaru, dengan AS mempertimbangkan pelonggaran ekspor teknologi canggih, dan China melonggarkan pembatasan ekspor mineral tanah jarang.

“Keduanya kini menunggu persetujuan final dari para pemimpin masing-masing negara, yang menumbuhkan optimisme meredanya perang dagang,” tulis tim riset dalam catatannya.

Sentimen Domestik: Proyeksi Ekonomi Dikoreksi Bank Dunia

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dari dalam negeri, tekanan datang dari pemangkasan proyeksi ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia. Dalam laporan Global Economic Prospect edisi Juni 2025, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI hanya 4,7 persen pada 2025 dan 4,8 persen di 2026 — di bawah ambang psikologis 5 persen.

Bank Dunia menilai ketegangan perdagangan global, tarif tinggi, serta ketidakpastian kebijakan menjadi faktor utama lemahnya proyeksi ekonomi Indonesia ke depan.

IHSG dibuka di zona merah dan bertahan di teritori negatif sepanjang sesi perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor ditutup menguat, dipimpin sektor barang baku (+1,69%), transportasi & logistik (+1,53%), serta properti (+0,96%). Tiga sektor melemah, dengan sektor keuangan mencatat penurunan terdalam sebesar 0,65%, disusul infrastruktur (-0,19%) dan teknologi (-0,65%).

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya