Dipermalukan Senegal, Legenda MU Cium Ketidakharmonisan di Skuad Timnas Inggris

Legenda Manchester United, Roy Keane, mencium aroma ketidakharmonisan di dalam skuad Timnas Inggris usai mereka dikalahkan Timnas Senegal, Rabu (11/06/2025).

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiperbarui 11 Juni 2025, 23:31 WIB
(Dari kiri ke kanan) Bek Inggris #02 Kyle Walker, kiper Inggris #01 Jordan Pickford, bek Inggris #05 Ezri Konsa, bek Inggris #12 Dan Burn, gelandang Inggris #17 Curtis Jones, gelandang Inggris #10 Jude Bellingham, dan penyerang Inggris #11 Marcus Rashford, (dari kiri ke kanan) gelandang Inggris #04 Declan Rice, penyerang Inggris #09 Harry Kane, bek Inggris #23 Myles Lewis-Skelly, dan gelandang Inggris #07 Phil Foden, berpose untuk foto bersama sebelum kick-off pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup K antara Inggris dan Albania, di stadion Wembley di London, Sabtu dini hari WIB (22-3-2025). (Glyn KIRK/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Legenda Manchester United, Roy Keane, mencium aroma ketidakharmonisan di dalam skuad Timnas Inggris usai mereka dikalahkan Timnas Senegal, Rabu (11/06/2025).

Timnas Inggris disorot setelah kekalahan mengejutkan dari Senegal dalam pertandingan persahabatan terbaru di City Ground. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, mereka dipermalukan dengan skor 1-3.

Meskipun sempat unggul lebih dulu, performa Inggris justru menurun drastis di babak kedua. Hal ini memunculkan kekhawatiran terkait fokus dan konsistensi permainan mereka di level internasional.

Sorotan tajam datang dari legenda Manchester United, Roy Keane, yang mempertanyakan semangat kolektif di dalam tim. Ia menyampaikan kekhawatirannya atas performa yang dinilainya tidak mencerminkan kesiapan menghadapi turnamen besar.

Kritik Keane tidak berhenti pada strategi semata, melainkan juga menyentuh sisi mental dan fisik para pemain Inggris. Menurutnya, ada tanda-tanda yang menunjukkan tim ini sedang tidak dalam kondisi yang kompak.


Ketidakharmonisan yang Tercium dari Luar

Pelatih baru Timnas Inggris, Thomas Tuchel memberikan instruksi kepada pemainnya saat laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Albania di Wembley Stadium, London, Jumat (21/03/2025) waktu setempat. (AP Photo/Alastair Grant)

Kekalahan dari Senegal menyisakan lebih dari sekadar skor di papan hasil. Roy Keane menilai bahwa Timnas Inggris tak menunjukkan ikatan kuat sebagai satu kesatuan. Ia meragukan apakah para pemain benar-benar merasa nyaman dan saling mendukung di dalam ruang ganti.

Meski publik hanya melihat dari luar, eks kapten Manchester United itu menangkap indikasi disharmoni di tubuh tim Inggris. Ia menyoroti kurangnya energi positif yang biasanya terlihat dalam skuad yang solid.

"Inggris, di satu sisi Anda tidak ingin bereaksi berlebihan tetapi tanda-tandanya tidak bagus,” ujarnya pada ITV Sport.

"Apakah mereka semua bersatu? Apakah ada semangat yang tepat dalam tim? Saya tidak begitu yakin," sambung Keane.


Penampilan Fisik dan Mental yang Mengecewakan

Jack Grealish menandai comebacknya ke Timnas Inggris dengan bikin gol saat mengalahkan Republik Irlandia. Grealish sebelumnya tak tampil di Piala Eropa 2024. (AP Photo/Peter Morrison)

Selain sisi emosional dan kekompakan, Keane juga menyinggung penurunan kualitas fisik dan mental skuad Inggris. Ia menilai bahwa para pemain tampil tanpa determinasi, bahkan tampak kurang lapar akan kemenangan.

Hal ini tampak jelas dalam fase permainan ketika Inggris kehilangan kendali dan gagal menjaga momentum. Menurut Keane, respons para pemain terhadap perubahan situasi pertandingan sangat mengecewakan.

Ia menyebut bahwa tim ini kurang agresif dan tidak menunjukkan mentalitas petarung. “Inggris tidak bersemangat dalam setiap aspek permainan, secara fisik, mental, lapar, setiap aspek permainan," tegasnya.


Blunder Pemain Senior Jadi Titik Lemah

Aksi bek Inggris, Kyle Walker, saat laga uji coba melawan Senegal di Stadion City Ground, Rabu (10/6/2025) dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis)

Kritik tajam juga diarahkan Roy Keane kepada salah satu pemain senior, Kyle Walker. Bek kanan itu dinilai tampil di bawah standar dan gagal menjalankan perannya dengan baik dalam dua gol awal Senegal.

Keane menyayangkan sikap malas Walker yang terlihat enggan berjuang maksimal untuk merebut bola. Padahal, pengalaman panjang sang pemain seharusnya menjadi kekuatan utama dalam situasi krusial.

Keane tak ragu menyebut Walker sebagai titik lemah di lini belakang Inggris pada laga tersebut. “Saya rasa ia malas. Ia pemain yang sangat berpengalaman, dan ia tidak mau repot-repot kembali. Ia sedang tertatih-tatih,” kritik Keane.

“Ia mengalami beberapa bulan yang sulit tetapi sebagai pemain yang sangat berpengalaman, Anda tidak dapat melakukan itu,” tegas Keane.

(ITV Sports)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya