Tak Hiraukan Larangan Israel, Warga Gaza Tetap Datangi Pusat Bantuan Kemanusiaan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 09 Juni 2025, 16:05 WIB
Ratusan Warga Gaza Datangi Pusat Bantuan Kemanusiaan di Gaza Tengah
9 Juni 2025, warga Gaza ramai-ramai menuju lokasi distribusi bantuan kemanusiaan di kamp Bureij, Jalur Gaza Tengah, yang berbulan-bulan diblokade Israel. Mereka berkumpul untuk mendapat bantuan kemanusiaan saat truk-truk yang membawa barang bantuan tiba di titik distribusi di kamp Bureij, Jalur Gaza Tengah. Sebelumnya, pada Sabtu (7/6/2025), pemerintah di Jalur Gaza menyatakan kesiapan penuh untuk mengamankan konvoi bantuan kemanusiaan. Kesiapan tersebut untuk memastikan distribusi berjalan lancar kepada warga Gaza yang mengalami kelaparan ekstrem akibat perang berkepanjangan. Selain itu, pemerintah di Jalur Gaza juga menekankan komitmen untuk melindungi bantuan dari pencurian, kekacauan, atau penyimpangan, serta menjamin penyaluran sesuai protokol Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Sebagai informasi, sejak Jumat 6 Juni 2025, Yayasan Kemanusiaan Gaza—kelompok yang didukung Amerika Serikat dan Israel yang mengoperasikan lokasi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza—telah menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya. Mereka meminta warga menjauhi lokasi distribusi bantuan demi alasan keselamatan. Sebelumnya, militer Israel memperingatkan bahwa mendekati pusat distribusi itu dianggap sebagai zona pertempuran.
Warga Palestina berkumpul saat truk-truk yang membawa bantuan kemanusiaan tiba di titik distribusi di kamp Bureij, Jalur Gaza Tengah pada 9 Juni 2025. (Eyad BABA/AFP)
Pagi hari 9 Juni 2025, warga Gaza ramai-ramai menuju lokasi distribusi bantuan kemanusiaan di kamp Bureij, Jalur Gaza Tengah, yang berbulan-bulan diblokade Israel. (Eyad BABA/AFP)
Sebelumnya, pada Sabtu (7/6/2025), pemerintah di Jalur Gaza menyatakan kesiapan penuh untuk mengamankan konvoi bantuan kemanusiaan. (Eyad BABA/AFP)
Kesiapan tersebut untuk memastikan distribusi berjalan lancar kepada warga Gaza yang mengalami kelaparan ekstrem akibat perang berkepanjangan. (Eyad BABA/AFP)
Selain itu, pemerintah di Jalur Gaza juga menekankan komitmen untuk melindungi bantuan dari pencurian, kekacauan, atau penyimpangan, serta menjamin penyaluran sesuai protokol Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). (Eyad BABA/AFP)
Sebagai informasi, sejak Jumat 6 Juni 2025, Yayasan Kemanusiaan Gaza—kelompok yang didukung Amerika Serikat dan Israel yang mengoperasikan lokasi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza—telah menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya. (Eyad BABA/AFP)
Mereka meminta warga menjauhi lokasi distribusi bantuan demi alasan keselamatan. Sebelumnya, militer Israel memperingatkan bahwa mendekati pusat distribusi itu dianggap sebagai zona pertempuran. (Eyad BABA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya