Omara Esteghlal Terpilih Bintangi Film Tinggal Meninggal karena Cara Minum Lemon Tea, Kata Sutradara Anehnya Natural

Kesan pertama yang ditimbulkan Omara Esteghlal bikin Kristo Immanuel langsung yakin, bahkan tanpa audisi. Kok bisa?

oleh Siti Naila AdzkhiaDiterbitkan 09 Juni 2025, 20:00 WIB
Omara Esteghlal di Press Conference Official Trailer dan Original Sound Track Film Tinggal Meninggal. (Liputan6 / Siti Naila Adzkhia)

Liputan6.com, Jakarta Omara Esteghlal menjadi sorotan usai namanya diumumkan sebagai pemeran utama dalam film Tinggal Meninggal. Uniknya, proses terpilihnya Omara bukan lewat audisi panjang atau casting berlapis. Ia langsung dipercaya memerankan Gema hanya dari pertemuan pertama dengan sang sutradara, Kristo Immanuel.

Bukan dialog atau akting yang membuat Kristo yakin, tapi cara Omara… meminum lemon tea dan menghisap lemonnya. Dalam konferensi pers peluncuran trailer dan original soundtrack film tersebut, Kristo membagikan kisah tak biasa soal proses casting yang dilakukan. Ia menyebut, energi Omara terasa “aneh tapi tulus” persis seperti karakter Gema yang ia tulis.

“Waktu kita ngobrol, dia sambil minum lemon tea, diem aja, pas es nya abis lemonnya dia hisap pelan-pelan… tanpa ada ekspresi apa pun gue langsung mikir, ini Gema. Dia enggak ngapa-ngapain tapi punya sesuatu yang aneh,” kata Kristo.

Pengalaman itu membuat Kristo, yang juga menulis naskah, merasa tak butuh melihat audisi lebih lanjut. “Banyak orang bisa akting aneh, tapi Omara memang udah punya itu secara natural,” tambahnya.

Karakter Gema dalam film Tinggal Meninggal adalah sosok yang merasa dirinya aneh dan tidak pernah cocok dengan norma sosial. Ia kesepian sejak kecil, haus akan afeksi, dan nekat memalsukan kematian demi mendapat perhatian. Kristo merasa menemukan seluruh esensi itu hanya dalam satu pertemuan dengan Omara.


Casting Berdasarkan Energi, Bukan Hanya Akting

Kristo Immanuel di Press Conference Official Trailer dan Original Sound Track Film Tinggal Meninggal. (Liputan6 / Siti Naila Adzkhia)

Menurut Kristo, Gema bukan tokoh yang bisa diperankan dengan “akting gila” saja. Ia justru butuh ketenangan dan keanehan yang tidak dibuat-buat. “Kita gak butuh orang yang bisa pura-pura aneh. Kita butuh orang yang emang dari dalamnya tuh, ada sesuatu yang bikin kita gak bisa berhenti ngeliatin,” ujarnya.

Omara bukan aktor yang sering muncul di film komedi absurd. Namun justru itulah yang membuatnya cocok. Ia datang tanpa beban gaya, tapi punya ketulusan dalam gestur yang kecil. “Dia diem aja, tapi auranya dapat. Gue langsung bilang ke tim: gue maunya Omara, gak mau yang lain,” lanjut Kristo.

Lanjut Baca:

Proses pemilihan ini juga menjadi bukti bahwa Imajinari Studios mengutamakan karakter dan energi yang autentik dibanding nama besar atau tren pasar semata. Ernest Prakasa, sebagai produser, mengamini pilihan Kristo dan menyebut keputusan itu sangat “berani sekaligus tepat”.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya