Oki Setiana Dewi Ceritakan Kehidupannya Selama Menetap di Mesir

Oki Setiana Dewi bercerita tentang kehidupannya di Mesir. Setahun terakhir ia menetap di Mesir dalam rangka menempuh pendidikan S1. Apa katanya?

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 09 Juni 2025, 14:30 WIB
Oki Setiana Dewi bercerita tentang kehidupannya di Mesir. Setahun terakhir ia menetap di Mesir dalam rangka menempuh pendidikan S1. Apa katanya? (Foto: Dok. Instagram @okisetianadewi)

Liputan6.com, Jakarta Oki Setiana Dewi bercerita tentang kehidupannya di Mesir. Sudah setahun terakhir kakak Ria Ricis itu menetap di Mesir dalam rangka menempuh pendidikan S1.

Oki Setiana Dewi tak mengalami kesulitan beradaptasi di lingkungan baru. Sehari-hari, ia selalu menghabiskan waktu untuk belajar, di samping menjalani peran sebagai ibu dari anak-anaknya.

"Tak terasa saya sudah setahun tinggal di Mesir. Saat ini saya mengambil kuliah lagi S1 jurusan Ushuludin di Universitas Al Azhar, Mesir. Alhamdulillah hari-harinya berisi belajar dan belajar," kata Oki Setiana Dewi di Jakarta, Minggu (8/6/2025).

"Saya punya banyak waktu fokus belajar. Adaptasi sih enggak terlalu susah. Alhamdulillah anak-anak cepat, terbiasa Bahasa Arab dan Bahasa Inggris," akunya.

 


Semua Serba-Menghafal

Oki Setiana Dewi. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Perbedaan belajar mengajar di Mesir menjadi salah satu culture shock yang dirasakan Oki Setiana Dewi. Pasalnya menghafal menjadi metode yang sering digunakan di sana, baik untuk menghapal Al-Qur'an maupun hadis.

"Saya menempuh pendidikan seluruhnya di indonesia, berbeda ternyata. Di mesir S1 semuanya menghafal, hapal Al-Qur'an, hadis, semuanya serba menghafal. Sempat syok awal-awal, ya, karena banyak. Karena saya belajar agama jadi banyak menghafal perkataan ulama, hadis. Makanya enggak ada waktu selain belajar," Oki Setiana Dewi menyambung.


Orang-orang Mesir

Oki Setiana Dewi. (Foto: Dok. Instagram @okisetianadewi)

Oki Setiana Dewi menyebut masyarakat di Mesir terbiasa berbicara dengan nada suara tinggi. Sementara orang Indonesia terkenal sebagai pribadi sopan dan ramah.

"Orang-orang di Mesir memang agak lebih... bersuara lebih tinggi. Orang-orang Indonesia di Mesir terkenal sebagai orang lemah lembut, adem ayem, sopan santun, baik hati, sabar. Ya setiap negara beda-beda, jadi anak-anak bisa belajar budaya berbeda," ia membeberkan.

 


Makin Malam Makin Ramai

Oki Setiana Dewi melanjutkan, perbedaan waktu membuat Mesir makin ramai di malam hari. Terutama di musim panas seperti sekarang, di mana waktu salat Isya dilakukan sekitar pukul 10 malam.

"Kalau di mesir makin malam makin ramai, musim panas ini isyanya jam 10 malam. Di taman sampai jam 12 malam. Di Mesir biasanya belajar sebentar habis itu libur musim panas empat bulan. Anak-anak senang, di sana ramai dan aman kalau kita jalan di malam hari," pungkas Oki Setiana Dewi. 

Infografis tentang skema murur dan tanazul. (dok. Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya