6 Bumbu Rempah Ajaib untuk Meningkatkan Metabolisme Menurut Ahli Diet

Temukan enam rempah yang dapat meningkatkan metabolisme Anda secara alami, dari bubuk cabai hingga kunyit, rempah-rempah ini menawarkan banyak manfaat kesehatan,

oleh Dyah Ayu PamelaDiterbitkan 09 Juni 2025, 05:00 WIB
ilustrasi oleh Unsplash.

Liputan6.com, Jakarta - Meningkatkan metabolisme secara alami adalah impian banyak orang yang ingin mengelola berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Meskipun tidak ada makanan yang bisa secara ajaib meluruhkan lemak, beberapa bumbu rempah-rempah terbukti dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori.

Mengutip dari laman Health, Minggu, 8 Juni 2025, rempah alami yang biasa dijadikan bumbu dasar untuk masakan sehari-hari ini bisa mempertahankan laju metabolisme yang sehat. Penasaran apa saja? Simak enam rempah yang direkomendasikan oleh para ahli diet yang dapat membantu Anda mencapai tujuan kesehatan Anda.

1. Bubuk Cabai

Bubuk cabai, yang mengandung capsaicin, adalah salah satu rempah yang paling dikenal untuk meningkatkan metabolisme. Capsaicin adalah fitokimia yang memberikan rasa pedas pada cabai. Senyawa ini memiliki beberapa manfaat kesehatan, termasuk melindungi dari peradangan, membantu membakar lemak, menekan nafsu makan.

Tapi cabai juga diketahui bisa meningkatkan pembakaran energi. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan hasil yang bertentangan mengenai efek capsaicin pada metabolisme, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami hubungan ini sepenuhnya. 

 

2. Kayu Manis

Ilustrasi minuman jahe kayu manis/copyright unsplash.com/Julia Topp

Kayu manis adalah rempah populer yang terbuat dari kulit pohon kayu manis. Rempah ini mengandung sinamaldehida, minyak esensial yang dapat meningkatkan pembakaran kalori dan termogenesis.

Proses ini membantu memecah gula darah dan asam lemak untuk menjaga suhu tubuh. Kayu manis juga dapat mengurangi lingkar pinggang, BMI, dan berat badan, serta menurunkan kadar lipid darah dan meningkatkan regulasi gula darah, yang penting untuk melindungi dari diabetes dan penyakit jantung.

3. Jahe

Jahe, dengan rasa hangat dan pedasnya, adalah bahan populer dalam berbagai hidangan. Mengonsumsi jahe secara teratur dapat mengurangi nafsu makan, meningkatkan termogenesis, mendukung pembakaran lemak, dan mengurangi lingkar pinggang serta lemak perut.

Lemak perut yang lebih tinggi dikaitkan dengan sindrom metabolik, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, tidak semua penelitian sepakat mengenai efektivitas jahe dalam meningkatkan pembakaran lemak, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. 

 

4. Kunyit

Ilustrasi lemon kunyit shot. Foto: Ilustrasi AI/Depositphotos.com

Kunyit, dengan pigmen kurkumin yang cerah, menawarkan banyak manfaat kesehatan. Kurkumin telah terbukti meningkatkan pengeluaran energi, merangsang pembakaran lemak, mengurangi penumpukan lemak, dan mendorong penurunan berat badan.

Kunyit yang merupakan antiinflamasi sering dipakai dalam bumbu masakan maupun minuman kesehatan tradisional seperti jamu. Bumbu kunyit dapat meningkatkan kadar adiponektin, protein yang mengatur pemecahan asam lemak. Kadar adiponektin yang rendah dikaitkan dengan kondisi metabolik seperti obesitas dan diabetes.

5. Jintan

Jintan adalah rempah yang sering digunakan dalam masakan India, Afrika, dan Meksiko. Meskipun penelitian tentang jintan masih terbatas, beberapa studi menunjukkan bahwa rempah ini dapat mendukung penurunan lemak di dalam tubuh.

Jintan bisa berfungsi untuk menekan nafsu makan, yang secara otomatis akan mengurangi BMI dan lingkar pinggang. Selain itu jintan akan membantu menurunkan kadar lipid darah, termasuk kolesterol LDL (jahat) dan kadar gula darah. 

 

6. Saffron

Ilustrasi Saffron (Gambar oleh Johan Puisais dari Pixabay)

Saffron, yang berasal dari bunga saffron crocus, menunjukkan potensi dalam mendukung kesehatan metabolisme. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen kunyit dapat membantu mengatur berat badan, mendukung pembakaran lemak, menurunkan gula darah.

Diketahui saffron bisa meningkatkan kadar irisin—hormon yang meningkatkan pengeluaran energi dan memperbaiki regulasi gula darah serta sensitivitas insulin. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan dampak signifikan kunyit pada kesehatan metabolisme.

Sayangnya di antara bumbu rempah lainnya, saffron terbilang mahal. Harga saffron bervariasi tergantung pada kualitas, grade, dan jenisnya. Saffron Super Negin, yang merupakan grade tertinggi, bisa mencapai harga Rp128.000 per gram. 

Kesimpulannya dengan memasukkan rempah-rempah ini ke dalam diet harian, Anda dapat meningkatkan metabolisme dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Namun, penting untuk selalu berkonsultasi dengan ahli diet atau profesional kesehatan sebelum membuat perubahan signifikan pada pola makan Anda.

 

Infografis Rempah Indonesia Kaya Manfaat.  (Liputan6.com/Henry)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya