Ter Stegen dan Deja Vu Barcelona: Dari Ikon Klub Menjadi Beban Finansial?

Barcelona kembali menghadapi dilema kiper jelang musim baru. Kedatangan Joan Garcia membuka babak baru dalam drama masa depan Marc-Andre ter Stegen, yang kini menjadi target spekulasi media lokal dan tekanan internal klub.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 08 Juni 2025, 19:12 WIB
Marc-Andre ter Stegen. Kiper asal Jerman berusia 29 tahun ini kini memasuki musim ke-8 bersama Barcelona. Ia didatangkan dari Borussia Moenchengladbach pada awal musim 2014/2015. Total telah tampil dalam 278 laga di semua kompetisi. (Foto: AFP/John MacDougall)

Liputan6.com, Jakarta Barcelona tampaknya bersiap merombak posisi penjaga gawang utama mereka usai menjuarai La Liga. Klub dikabarkan semakin dekat untuk merekrut Joan Garcia dari rival sekota, Espanyol. Situasi ini membuka babak baru dalam ketidakpastian masa depan Marc-Andre ter Stegen.

Kedatangan Garcia bisa berarti pergeseran peran bagi Ter Stegen, yang selama ini menjadi andalan Blaugrana. Tanda-tanda tekanan mulai muncul dari media lokal yang kerap selaras dengan narasi klub, mirip dengan pola yang sudah terjadi sebelumnya terhadap pemain-pemain lama lainnya.

Dengan usia yang kini menyentuh 33 tahun dan kondisi fisik yang baru pulih dari cedera, Ter Stegen mungkin menghadapi musim paling menentukan dalam kariernya bersama Barcelona. Apalagi, situasi finansial klub menambah kerumitan dalam keputusan terkait siapa yang akan bertahan atau dilepas.


Barca Ulang Pola Tekanan Lewat Media

Marc-Andre ter Stegen. Kiper asal Jerman berusia 30 tahun yang telah 8 musim memperkuat Barcelona ini pada musim 2021/2022 lalu total kebobolan sebanyak 57 gol dari 48 laga di semua ajang dan hanya 15 kali melakukan clean sheet. Sementara pada musim 2020/2021 lalu ia kebobolan lebih sedikit, 50 gol dari 41 laga di semua ajang dan sukses mencatat 14 kali clean sheet. Barcelona dibawanya finis di posisi kedua klasemen akhir La Liga 2021/2022 di bawah Real Madrid. (AFP/Andreas Solaro)

Sejak didatangkan dari Borussia Moenchengladbach pada 2014, Ter Stegen telah memenangkan 19 trofi bersama Barcelona. Namun, posisinya sebagai penjaga gawang utama mulai tergeser musim lalu setelah mengalami cedera lutut dan digantikan oleh Wojciech Szczesny yang tampil solid.

Presiden Joan Laporta bahkan sudah mengisyaratkan akan ada perubahan signifikan di posisi penjaga gawang. Tak lama setelahnya, Barca melihat peluang merekrut Joan Garcia dengan membayar klausul 25 juta euro—sebuah keputusan yang dipandang sebagai kesempatan pasar yang sulit dilewatkan.

Namun, dengan situasi finansial yang masih bermasalah dan batas gaji yang melampaui ambang dari La Liga, baik Garcia maupun Szczesny belum bisa didaftarkan untuk musim 2025/2026.

Di saat bersamaan, Ter Stegen masih terikat kontrak hingga 2028 dengan gaji yang meningkat setiap tahunnya akibat skema penundaan bayaran dari kontrak sebelumnya.


Pengulangan Kasus De Jong dan Tekanan Sistematis

Pemain Barcelona merayakan gol yang dicetak oleh Robert Lewandowski ke gawang Real Madrid dalam laga final Supercopa de Espana yang berlangsung di King Abdullah Sport City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Senin (13/1/2025) dini hari WIB. Barcelona menjadi juara setelah menang 5-2 atas Real Madrid dalam laga ini. (Haitham AL-SHUKAIRI / AFP)

Polanya mengingatkan publik pada drama Frenkie de Jong tiga tahun lalu, ketika klub ingin melepasnya ke Manchester United demi keseimbangan finansial.

Meski De Jong menolak pindah, media lokal ramai-ramai membahas detail kontraknya dan memosisikannya seolah menjadi penghambat kestabilan ekonomi klub.

De Jong saat itu menolak menyerahkan gaji yang ditangguhkan dari kesepakatan masa lalu, dan sempat diancam secara hukum oleh manajemen. Walaupun bertahan dan terus tampil baik, narasi negatif terhadapnya terus berlanjut dalam pemberitaan.

Lanjut Baca:

Hal serupa juga dialami para pemain lain seperti Busquets, Pique, Jordi Alba, dan Dembele. Media kerap memosisikan mereka sebagai beban keuangan klub dan menciptakan opini publik bahwa kepergian mereka adalah solusi terbaik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya