Jerman vs Prancis: Pelipur Lara di Perebutan Tempat Ketiga UEFA Nations League

Kedua tim datang ke pertandingan ini dengan wajah berbeda—Prancis dengan semangat kebangkitan, Jerman dengan tekad memperbaiki.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 08 Juni 2025, 10:52 WIB
Panasnya laga semifinal UEFA Nations League antara Jerman melawan Spanyol hari Kamis (05/06/2025) dini hari WIB. (Tobias SCHWARZ / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Laga perebutan tempat ketiga UEFA Nations League antara Timnas Jerman dan Timnas Prancis menjadi panggung pelipur lara bagi dua raksasa yang gagal melangkah ke final. Pertandingan ini akan digelar di MHPArena Stuttgart, Minggu, 8 Juni, jam 20.00 WIB.

Bagi Jerman, ini adalah kesempatan untuk bangkit setelah kekalahan menyakitkan dari Portugal di hadapan publik sendiri. Bagi Prancis, ini tentang menjadikan kebangkitan mereka melawan Spanyol sebagai titik tolak kebanggaan baru.

Kedua tim datang ke pertandingan ini dengan wajah berbeda—Prancis dengan semangat kebangkitan, Jerman dengan tekad memperbaiki. Namun, keduanya sepakat bahwa laga ini bukan sekadar formalitas. "Akan ada perubahan di Jerman dan di tim kami, tapi kami akan berusaha pulih dan menang," ujar pelatih Prancis, Didier Deschamps, seperti dilansir UEFA.com.

Sementara Jerman belum pernah menang dalam empat pertemuan kompetitif terakhir melawan Prancis, pelatih Julian Nagelsmann menaruh harapan pada semangat baru anak-anak asuhnya. Dia menginginkan penampilan yang lebih berkarakter, sesuatu yang menurutnya absen dalam kekalahan sebelumnya.


Jerman: Luka di Munich, Peluang Penebusan

Cristiano Ronaldo dari Portugal (tengah) merayakan gol keduanya di laga semifinal Nations League kontra Jerman di Allianz Arena, Munich, Jerman, Rabu, 4 Juni 2025. (AP Photo/Martin Meissner)

Kekalahan dari Portugal bukan sekadar soal skor. Setelah Florian Wirtz membuka keunggulan, Jerman tumbang oleh dua gol dari Francisco Conceicao dan Cristiano Ronaldo. “Itu salah satu pertandingan terlemah kami dalam satu setengah tahun terakhir,” keluh Nagelsmann.

Lebih dari sekadar kalah, yang membuat kekalahan itu terasa pahit adalah minimnya karakter permainan yang ditampilkan. Kini, mereka bersiap tampil lebih menyala melawan Prancis. Perubahan mungkin tidak besar, tapi rotasi tetap perlu dilakukan untuk menyegarkan tim.

Nama-nama seperti Niclas Fullkrug kabarnya akan mengisi lini depan, menggantikan debutan Woltemade yang tampil cukup baik, tapi akan bergabung dengan tim U-21. Di lini tengah, pertanyaan masih menggantung soal kelanjutan duet Goretzka dan Pavlovic.


Prancis: Dari Kekalahan Spektakuler Menuju Kebangkitan

Timnas Spanyol meraih kemenangan 5-4 atas Timnas Prancis pada laga semifinal UEFA Nations League musim ini di MHPArena, Stuttgart, Jumat (6/5/2025) dini hari WIB. Hasil itu membuat La Roja melenggang ke final dan akan menantang Portugal. (AFP/FRANCK FIFE)

Prancis datang dengan semangat berbeda. Mereka nyaris membalikkan keadaan setelah tertinggal empat gol dari Spanyol, dan membuat skor akhir 5-4 menjadi laga tertinggi dalam sejarah Nations League. Bagi penonton netral, itu hiburan. Bagi Prancis, itu alarm sekaligus harapan.

Deschamps belum sepenuhnya yakin apa yang akan terjadi di Stuttgart. Namun, satu hal pasti: perubahan akan dilakukan untuk menemukan keseimbangan antara kreativitas dan kestabilan. “Akan jadi pertandingan yang berbeda,” ucapnya, menyiratkan kehati-hatian sekaligus ambisi.

Lanjut Baca:

Rayan Cherki diprediksi naik kasta setelah penampilan briliannya sebagai pemain pengganti. Malo Gusto juga tampil menonjol dari sektor bek kanan, dan Kolo Muani bisa menjadi penyegar lini depan menggantikan Doue. Semangat baru ini membuat Les Bleus tetap patut diwaspadai.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya