Roy Keane Kritik Sikap Timnas Inggris Usai Menang Tipis atas Andorra: Seperti Tak Bergairah

Meskipun berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Andorra dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, penampilan Timnas Inggris menuai sorotan tajam, terutama dari legenda sepak bola Irlandia, Roy Keane.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 08 Juni 2025, 10:21 WIB
Harry Kane merayakan gol bersama rekan setimnya dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 grup K antara Andorra vs Inggris di RCDE Stadium, Barcelona, Spanyol, Sabtu, 7 Juni 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta Meskipun berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Andorra dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, penampilan Timnas Inggris menuai sorotan tajam, terutama dari legenda sepak bola Irlandia, Roy Keane. Mantan kapten Manchester United itu menilai skuad asuhan Thomas Tuchel tampil tanpa semangat dan jauh dari standar tim besar.

Bertanding di RCDE Stadium, Sabtu (7/6/2025) malam, Inggris tampil lesu di hadapan publik yang tidak banyak memberikan sorakan dukungan. Gol semata wayang dicetak oleh Harry Kane di babak kedua, memanfaatkan umpan dari Noni Madueke.

Namun, Keane menilai kemenangan itu tidak mencerminkan kualitas yang seharusnya ditunjukkan oleh tim sebesar Inggris.

“Saya tidak suka dengan sikap seperti itu, terutama dari pemain senior seperti Kane,” ujar Keane saat menjadi analis di ITV.

“Ucapannya setelah pertandingan hanya ‘kita ambil poin dan lanjutkan’. Padahal, seharusnya mereka bisa mencetak tiga atau empat gol.”


Timnas Inggris Bosan

Curtis Jones dari Inggris (kiri) berduel memperebutkan bola dengan Ian Olivera dari Andorra dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 grup K. Pertandingan ini dihelat di RCDE Stadium, Barcelona, Spanyol, pada Sabtu, 7 Juni 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Keane bahkan menyebut bahwa beberapa pemain Inggris tampak 'bosan' di 30 menit terakhir pertandingan, menunjukkan kurangnya ambisi dan keseriusan.

“Setelah gol tercipta, seolah semuanya sudah selesai. Padahal, lawan mereka hanyalah Andorra. Mereka seharusnya memburu gol tambahan,” tegas Keane.

Komentar senada juga datang dari mantan pemain timnas wanita Inggris, Karen Carney, yang menyebut permainan Inggris seperti “walking football” – istilah untuk permainan yang minim intensitas.


Pengakuan Thomas Tuchel

Pelatih Inggris Thomas Tuchel dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 grup K melawan Andorra di RCDE Stadium, Sabtu, 7 Juni 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, tak menampik kritik tersebut. Ia mengakui bahwa timnya kehilangan fokus di penghujung laga. “Saya suka energi kami di 25 menit pertama. Tapi di akhir pertandingan, kami bermain-main dengan api,” ujar pelatih asal Jerman itu.

Tuchel menambahkan bahwa sikap dan bahasa tubuh para pemainnya di babak kedua tidak mencerminkan urgensi dari sebuah laga kualifikasi Piala Dunia. “Ini bukan soal keseluruhan pertandingan, tapi cara kami menyelesaikannya tidak menunjukkan rasa hormat pada pertandingan,” katanya.

Meski kini Inggris mencatat tiga kemenangan dari tiga laga di bawah asuhan Tuchel dan belum kebobolan sekalipun, sorotan terhadap mental dan etos kerja para pemain tampaknya menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Keberhasilan di atas kertas tak cukup jika tidak dibarengi dengan performa meyakinkan di lapangan.

Sumber: ITV

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya